Liranews.com - Polres Padangpariaman, Sumatera Barat, menyita 2,5 ton bahan bakar minyak bersubsidi jenis minyak tanah dari seorang pedagang di Batukalang, Kecamatan Padangsago, Kabupaten Padangpariaman."Kami menyita 13 drum atau lebih kurang 2,6 ton minyak tanah dari toko milik Daharmi (58) yang tanpa izin," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Padangpariaman, AKP R. Sihombing di Padangpariaman, Rabu 28 Maret 2012.
Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan Daharmi, minyak tanah tersebut didapatnya dari seorang pemasok berinisial RB (26), seorang mahasiswa di Kecamatan Lubuk Alung.
Sedangkan RB mendapatkan minyak tanah itu dari pemasok CV Prima Karya Sicincin.
"Kemungkinan besar minyak tanah ini akan dibawa dan dijual ke luar Sumbar," kata Kasatreskrim.
Untuk sementara, Daharmi tidak ditahan dan hanya dimintai keterangannya, kemudian penyitaan tersebut akan diproses lebih lanjut.
Kini barang bukti sebanyak 13 drum minyak tanah telah diamankan di Mapolres Padangpariaman.
Pada kesempatan terpisah, jelang rencana kenaikan harga BBM pada 1 April mendatang, Bupati Padangpariaman, Ali Mukhni, menyatakan pihaknya telah melakukan persiapan seperti pengawasan terhadap pihak-pihak yang melakukan penimbunan BBM dan melaporkan dengan segera pada pihak yang berwajib.
"Pengawasan ini dilakukan oleh Camat di masing-masing kecamatan sekaligus menyosialisasikan pada masyarakat tentang rencana kenaikan BBM pada setiap acara keramaian atau pertemuan," jelasnya.
Ia mengatakan, camat juga mempelajari dengan cermat dan membatasi pemberian rekomendasi pembelian BBM oleh kios-kios pengecer di SPBU.
Kemudian, lanjut Bupati, diminta camat selalu memonitor kondisi ketersediaan BBM di wilayah kerja masing-masing dan merekomendasikan pembelian BBM oleh pengecer dengan batasan 40 liter/hari atau 80 liter/2 hari.
Menurut dia, perlu pembatasan penggunaan BBM bagi kalangan aparatur dan memberikan prioritas bagi masyarakat.
"Khusus bagi nelayan agar dapat diprioritaskan dan difasilitasi pembelian BBM-nya, akan tetapi tetap diawasi dan dimonitor penggunaannya," katanya.



