KODAM IV/DIP BERKOMITMEN TURUT SERTA MELESTARIKAN BUDAYA BANGSA

KODAM IV/DIP BERKOMITMEN TURUT SERTA MELESTARIKAN BUDAYA BANGSA

elestarikan budaya bangsa sebagai dalang wayang kulit, sehingga dalam kesehariannya dijuluki Ki Mantep.

Komandan Batalyon Armed 3/105 Tarik Letkol Arm Irwansah, S.A.P dalam rilis tertulisnya di Magelang, Kamis (11/4/2019), mengungkapkan “Letnan Sugiharto, memang piawai dalam memainkan wayang kulit, sehingga dalam acara peringatan Hari Jadi Kota Magelang ke-1113, yang bersangkutan tampil di kawasan situs bersejarah Kota Magelang, Mantyasih, sejak Rabu malam (10/4/2019) sampai Kamis pagi (11/4/2019),”.

“Lakon yang dimainkan, Letnan Sugiharto, atau kita panggil Ki Mantep yaitu cerita Setyaki Krida,”imbuhnya.

Menurut lulusan Akmil tahun 2001 ini, pertunjukan yang ditampilkan oleh Sugiharto mungkin hal yang baru dan sangat jarang ada.

“Tidak hanya menunjukkan keterampilan dalam hal mendalang, tapi juga menunjukkan bahwa prajurit TNI AD peduli terhadap warisan budaya bangsa yang harus kita jaga, pelihara dan lestarikan,”tegas Perwira kelahiran Malang ini.

Lebih lanjut Irwansah mengungkapkan bahwa sesungguhnya dunia pewayangan bagi Sugiharto bukanlah hal yang baru, karena Kakeknya seniman dan ayahnya pemain wayang orang.

Terpisah, Dalang Letda Sugiharto menceritakan “Sejak kecil saya tidak pernah absen menonton wayang, meskipun harus begadang sampai malam, kemudian muncul keinginan untuk mempelajari wayang,” ucapnya.

“Kemudian saya belajar kepada seorang dalang asal Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang beberapa kali berlatih, ternyata dinilai berbakat menjadi dalang. Saya pun makin semangat belajar wayang, meskipun dengan otodidak di sela-sela aktivitas sebagai anggota TNI AD,” tambahnya.

Sugiharto menyampaikan, pada pementasan cerita Setyaki Krida, dirinya ingin menyampaikan pesan dan menanamkan nilai-nilai keprajuritan yang dimiliki Kusir dari Prabu Kresna itu.

Letnan Sugiharto yang piawai memainkan wayang kulit
“Tokoh Setyaki jarang dijadikan tokoh utama, namun dengan karakter yang dimilikinya maka diangkat sebagai tokoh utama ceritera ini,”ujar Sugiharto

Lebih lanjut Sugiharto menceritakan tentang perjalana Setyaki yang dimasa mudanya gemar olah keprajuritan dan bertapa, yang menjadikan dirinya sangat sakti.

“Ketika perang Bharatayudha, Setyaki sangat setia menjadi kusir kerata Prabu Kresna ke medan perang membantu para Pandawa. Ia meninggal dunia setelah Perang Bharatayudha dengan kemenangan para Pandawa akibat perang Gada sesama Wangsa Yadawa, Wresni dan Andaka,”tuturnya.

“Falsafah yang bisa diambil dari tokoh Setyaki

Tags: wisata
Redaksi

Penulis: Redaksi

KANTOR REDAKSI :
Graha Perwira, Gd. Gajah Blok AQ
Jl. Dr. Saharjo No. 111 Tebet
Jakarta Selatan 12810


Iklan Tengah Detail Foto Berita 665x140px

Berita Terkait


Komentar Via Facebook


Profil LIRANEWS.COM

LiraNews adalah media online Indonesia yang menyajikan berita terbaru di seluruh indonesia , kebanyakan media online di bangun dari perusahaan besar atau di bangun oleh orang-orang media , Tetapi kami adalah sekumpulan mahasiswa Perguruan tinggi di Jakarta yang senang dengan dunia internet . LiraNews bukanlah yang pertama bergerak di bidang media portal online , Tetapi kami yakin akan senantiasa memberikan yang terbaik untuk [...]

Facebook

Twitter