TERNYATA PNS, USTAD SOMAD DIHUJAT DIBILANG ULAMA MUNAFIK DAN ULAMA SIRKUS

TERNYATA PNS, USTAD SOMAD DIHUJAT DIBILANG ULAMA MUNAFIK DAN ULAMA SIRKUS

LiraNews, Jakarta — Ustad Abdul Somad (UAS) kini dapat hujatan dianggap ulama munafik dan tidak memberi contoh yang baik sebagai Ulama dan PNS (Pegawai Negeri Sipil). Karena diketahui UAS adalah PNS dan bertemu dengan Capres Prabowo. Sementara berdasarkan ketentuan PNS harus netral dalam Pilpres.

“Sebagai PNS yang juga ulama, Ustad Abdul Somad telah memberi contoh yang tidak baik, baik secara moral maupun berdasarkan aturan hukum. Sebagai tokoh muslim, UAS selalu bicara tentang amar ma’ruf nahi mungkar, namun dia juga mengingkarinya karena syahwat,” tegas HM. Jusuf Rizal, Ketua Presidium The President Center di Jakarta.

Sebagaimana dilansir media Ustad Abdul Somad (UAS) bertemu dengan Capres 02 Prabowo Subianto dan memperoleh perhatian serius dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).

Menurut Bambang Dayanto Sumarsono, asisten deputi Pembinaan Integritas dan Penegakan Disiplin SDM Kemen PAN-RB, apa yang dilakukan UAS melanggar aturan netralitas PNS. Di samping bertentangan dengan PP 42 Tahun 2004 tentang Kode Etik PNS, yang sampai sekarang belum dicabut.

Menurut Jusuf Rizal yang juga sebagai Presiden LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) itu terlepas profesi UAS yang juga ulama, tetapi UAS harus menjaga dirinya karena status PNSnya masih melekat. Berbeda bila UAS bukan PNS. Sebagai ulama integritas UAS memprihatinkan dengan memberi contoh yang tidak mendidik bagi umat dan PNS.

UAS juga dinilai menjadi ulama munafik. Pasalnya dalam ceramahnya menyebutkan “tidak akan mau” tampil bila berkaitan dengan politik. Tapi kenyataannya UAS justru menemui Capres Prabowo. Kerap memberi ceramah agar umat istiqomah. Tapi faktanya antara “omongan” dan “kenyataan” UAS berbeda.

UAS itu kini dinilai tak ubahnya seperti “Ulama Sirkus” dan “Ulama Munafik”. Menjual agama dan tidak lagi menjadi “Ulama Umat”. UAS sudah terjebak pada syahwat peibadi sehingga, perkataan dan ucapannya dilanggar sendiri.

“Ada dua hal kenapa saya sebut UAS Ulama Munafik. Pertama, dalam ceramahnya yang banyak dimuat di media massa, menyebutkan dirinya netral. Tidak mau ditarik kanan kiri. Kedua, saya baru tau ternyata UAS itu PNS. Seharusnya sebagai PNS dan orang yang berpendidikan UAS taat aturan. Bukankah orang yang berilmu tinggi itu seharusnya memberi contoh dalam perbuatan,” tegas pria berdarah Madura-Batak itu.

Dikatakan dengan kejadian ini, seharusnya UAS malu kepada umat karena telah menjadi “Ulama Munafik”. Malu kepa

Tags:
Redaksi

Penulis: Redaksi

KANTOR REDAKSI :
Graha Perwira, Gd. Gajah Blok AQ
Jl. Dr. Saharjo No. 111 Tebet
Jakarta Selatan 12810


Iklan Tengah Detail Foto Berita 665x140px

Berita Terkait


Komentar Via Facebook


Profil LIRANEWS.COM

LiraNews adalah media online Indonesia yang menyajikan berita terbaru di seluruh indonesia , kebanyakan media online di bangun dari perusahaan besar atau di bangun oleh orang-orang media , Tetapi kami adalah sekumpulan mahasiswa Perguruan tinggi di Jakarta yang senang dengan dunia internet . LiraNews bukanlah yang pertama bergerak di bidang media portal online , Tetapi kami yakin akan senantiasa memberikan yang terbaik untuk [...]

Facebook

Twitter