KOMNAS ANAK: 12 SISWI SMA MENGANIAYA SISWI SMP DI KOTA PONTIANAK

KOMNAS ANAK: 12 SISWI SMA MENGANIAYA SISWI SMP DI KOTA PONTIANAK

aspal hingga menginjak perutnya korban dan  ketika A bangun,  mukanya ditendang dengan sepatu sandal gunung sehingga terjadi pendarahan dalam hidung dan terdapat benjolan dan luka dalam di kepala.

Kemudian  salah seorang pelaku lainnya yakni TR bahkan mencoba merusak kemaluan A dengan cara mencolok kemaluan korban menggunakan jari dengan maksud untuk membuat korban tidak lagi perawan sehingga menyebabkan pendarahan dan pembengkakan di area kewanitaan korban. "Yang saya tidak bisa terima,  pelaku sampai merusak vagina anak saya", demikian disampaikan ibu korban.

“Setelah kejadian itu anak saya baru berani bicara kalau kalau dia dianiaya sekarang dia depresi tertekan trauma berat terus psikis nya sangat terganggu Bahkan anka saya  selalu mengigau (berhalunisasi) karena di bayangan anak sata  orang-orang yang melakukan penganiayaan itu selalu datang,  sehingga anak saya takut,” terangnya.

Masih  menurut L M, sempat ada upaya mediasi antara mediasi pihaknya dengan keluarga pelaku  namun saya bersikukuh untuk melanjutkan kasus ini ke jalur hukum

“Saya tetap ingin melanjutkan melalui jalur hukum karena ini menyangkut harkat dan martabat dan hak hidup anak saya terlebih lagi ini kekerasan, penganiayaan bahkan pengeroyokan. Bahkan mereka setelah melakukan pemukulan dan pengeroyokan terhadap  anak membuat postingan di media sosial bahwa mereka bangga telah melakukan penganiayaan,” tegasnya.

Ibu kotban.menambahkan informasi sebelum anaknya menjadi korban penganiayaan sudah banyak informasi yang mengatakan bahwa gerombolan siswi SMA tersebut tekah sering melakukan perbuatan serupa kepada siswi lain namun tidak dilaporkan.

"Yang saya tahu mereka menganiaya, mengeroyok anak saya habis-habisan dan yang paling parah kemaluan anak saya sempat dirusak ini termasuk kategori geng pelajar yang brutal dan nakal,  dakit Jiwa ditambah postur tubuh mereka tinggi tinggi dan besar. Atas jejadian ini saya berharap pihak sekolah menindak tegas muridnya dan  menurut informasi yang didapat permasalahan ini berawal karena masalah asmara di mana kakak sepupu korban merupakan mantan pacar dari pelaku penganiayaan. Ayo selamat A dan kita jadikan peristiwa ini menjadi gerakan nasional anti perundungan, anti atau bullyng dan persekusi,”  desak Arist.**

Tags: hukum
Redaksi

Penulis: Redaksi

KANTOR REDAKSI :
Graha Perwira, Gd. Gajah Blok AQ
Jl. Dr. Saharjo No. 111 Tebet
Jakarta Selatan 12810


Iklan Tengah Detail Foto Berita 665x140px

Berita Terkait


Komentar Via Facebook


Profil LIRANEWS.COM

LiraNews adalah media online Indonesia yang menyajikan berita terbaru di seluruh indonesia , kebanyakan media online di bangun dari perusahaan besar atau di bangun oleh orang-orang media , Tetapi kami adalah sekumpulan mahasiswa Perguruan tinggi di Jakarta yang senang dengan dunia internet . LiraNews bukanlah yang pertama bergerak di bidang media portal online , Tetapi kami yakin akan senantiasa memberikan yang terbaik untuk [...]

Facebook

Twitter