KOMNAS ANAK: 12 SISWI SMA MENGANIAYA SISWI SMP DI KOTA PONTIANAK

KOMNAS ANAK: 12 SISWI SMA MENGANIAYA SISWI SMP DI KOTA PONTIANAK

i lingkungan keluarga  dan lingkungan sosialnya atau terinpirasi  tayangan-tayangan yang tidak edukatif.b Sebab dunia anak adalah meniru yang ada disekitarnya.

Kejadian  ini, Polresta Pontianak bekerja keras mengungkap dan menangani kassus kekerasan ini dan telah memeriksa orangtua korban dan dua saksi atas peristiwa penganiayaan ini yang berada dilokasl kejadian.

Oragtua korban baru melaporkan perkara perindungan ini setelah 2 minggu peristiwa ini terjadi,  karena korban terus menerus diancam oleh pelaku. Namun karena berdampak pada menurunnya kesehatan korban, dan sudah mampu menahan sakit, akhirnya korban menceritakan kepada ibuya.

Pertiwa yang dialami siswi Sekolah Menengah pertama di kota Pontianak Kalimantan Barat berniasial A (14) menjadi perhatian publik setelah dirinya dianiaya oleh 12 orang pelajar Sekolah Menengah Atas ( SMA) pada Jumat 29 Maret 2019 lalu di jalan Sulawesi dan Taman Jaya Kalimantan Barat .

Selain dianiaya secara bergerombol, yang cukup mengerikan sadis dan diluar akal sehat manusia apalagi para pelaku masih dalam usia anak,  adalah kemaluan korban  tersebut juga dirusak oleh salah satu pelaku dengan memasukkan jari pada vagina sehingga korban kehilangan keperawanan dan terjadi pendarahan hebat dan betdampak pebengkakan di sekitar area kewanitaan nya. Akibatnya A mengalami luka fisik,  psikologis yang cukup serius dan harus menjalani perawatan  intensif di rumah sakit.

Ibu korban LM menuturkan peristiwa tersebut terjadi pada 29 Maret 2019 setelah dirinya mendapat laporan dari anaknya secara rinci yang  menjelaskan bahwa kejadian itu bermula saat korban dijemput oleh salah seorang diantara 12 pelaku yakni di kediaman kakeknya sekitar nnñpukul 14.00 WIB yang merupakan siswi SMA di Pontianak itu meminta korban mempertemukan dengan kakak sepupunya yaitu dengan alasan ada yang ingin dibicarakan yang sesungguhnya korban tidak terlalu mengenal pelaku,  lantas menyetujui hal itu hingga bertemu dengan VOC.

Setelah bertemu,  ternyata yang menjemput tidak sendiri melainkan 4 orang,  kemudian A dan PO dibawa ke tempat sepi di belakang aneka Pavilion di Jalan Sulawesi.

Setibanya di lokasi tersebut lanjut  ibu korban menjelaskan,  terjadilah cekcok mulut yang dikompori oleh salah seorang siswi yang diduga menjadi provokator yakni SF sehingga terjadilah adu jotos,  sementara diantara mereka   yakni NT dan PC juga melakukan kekerasan terhadap A yang berada ditempat kejadian  mulai dari membully, menjambak rambut,  membenturkan kepala ke

Tags: hukum
Redaksi

Penulis: Redaksi

KANTOR REDAKSI :
Graha Perwira, Gd. Gajah Blok AQ
Jl. Dr. Saharjo No. 111 Tebet
Jakarta Selatan 12810


Iklan Tengah Detail Foto Berita 665x140px

Berita Terkait


Komentar Via Facebook


Profil LIRANEWS.COM

LiraNews adalah media online Indonesia yang menyajikan berita terbaru di seluruh indonesia , kebanyakan media online di bangun dari perusahaan besar atau di bangun oleh orang-orang media , Tetapi kami adalah sekumpulan mahasiswa Perguruan tinggi di Jakarta yang senang dengan dunia internet . LiraNews bukanlah yang pertama bergerak di bidang media portal online , Tetapi kami yakin akan senantiasa memberikan yang terbaik untuk [...]

Facebook

Twitter