MENHAN MINTA PARA TOKOH MASYARAKAT DAN ULAMA JAGA KEUTUHAN NKRI

MENHAN MINTA PARA TOKOH MASYARAKAT DAN ULAMA JAGA KEUTUHAN NKRI

LiraNews, Jakarta -- Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu berharap para tokoh masyarakat serta ulama untuk bisa terus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Saat ini, diakui Menhan, masih marak adanya paham dan aliran yang ingin mengganti ideologi Pancasila.

Menurut Menhan, para ulama merupakan penerus perjuangan para ulama Thoriqoh dan tokoh-tokoh ulama patriot-patriot bangsa, sekaligus pewaris utama nilai-nilai Proklamasi dan kemurnian nIlai-nilai Pancasila.

Oleh karena itu, para ulama juga harus menyadari fungsinya sebagai generasi penerus kemerdekaan dan persatuan Indonesia yang berkewajiban melanjutkan cita-cita Proklamasi, yakni mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila.

"Kalau para ulama tidak melaksanakan bela negara dan tidak membela Pancasila serta UUD 1945 maka kita telah menjadi pengkhianat kepada bangsa ini dan pengkhianat bagi orang tua dan ulama-ulama pendahulu kita yang telah memperjuangkan kemerdekaan bangsa," kata Menhan saat menghadiri Thoriqoh Kebangsaan Konferensi Ulama Sufi Internasional bertema "Mengimplementasikan Tasauf untuk Kebahagiaan Umat Manusia dan Keselamatan Negara", Senin (8/4/2019).

Dalam era perkembangan modernisasi dan globalisasi saat ini, diingatkan Menhan, di samping ancaman-ancaman berbentuk fisik baik ancaman nyata dan ancaman belum nyata, Indonesia juga harus mewaspadai ancaman disintegrasi bangsa melalui perubahan mindset. Tujuannya adalah mengubah ideologi negara Pancasila.

"Dengan kekuatan soft power, ancaman ini terus berupaya secara sistematis, terstruktur dan massif untuk merusak jati diri anak bangsa Indonesia dengan ideologi radikal. Pengaruh mindset ini merusak jati diri anak bangsa yang ujungnya adalah suramnya masa depan generasi muda Indonesia," ujarnya.

Saat ini, salah satu ancaman yang sangat nyata dan merupakan salah satu bentuk penistaan terhadap agama, negara dan bangsa Indonesia yang sangat berpengaruh terhadap keutuhan dan kesatuan bangsa adalah terorisme dan radikalisme. Ancaman ini tidak hanya menimbulkan kerugian material dan nyawa serta menciptakan rasa takut dimasyarakat, tetapi juga telah mengoyak keutuhan berbangsa dan bernegara.

"Terorisme dan radikalisme yang kita hadapi saat ini adalah ancaman teroris generasi ketiga. Ciri Khusus dari ancaman terorisme generasi ketiga ini adalah kembalinya para militan asing ISIS dari Timur Tengah serta berevolusinya ancaman dari yang bersifat ter-sentralisasi menjadi terdesentralisasi yang menyebar keseluruh belahan dunia setelah kekalahan ISIS di Syria dan Irak," katanya

Tags: nasional
Redaksi

Penulis: Redaksi

KANTOR REDAKSI :
Graha Perwira, Gd. Gajah Blok AQ
Jl. Dr. Saharjo No. 111 Tebet
Jakarta Selatan 12810


Iklan Tengah Detail Foto Berita 665x140px

Berita Terkait


Komentar Via Facebook


Profil LIRANEWS.COM

LiraNews adalah media online Indonesia yang menyajikan berita terbaru di seluruh indonesia , kebanyakan media online di bangun dari perusahaan besar atau di bangun oleh orang-orang media , Tetapi kami adalah sekumpulan mahasiswa Perguruan tinggi di Jakarta yang senang dengan dunia internet . LiraNews bukanlah yang pertama bergerak di bidang media portal online , Tetapi kami yakin akan senantiasa memberikan yang terbaik untuk [...]

Facebook

Twitter