LA NYALA MENYALA, GERINDRA BERPIJAR !

LA NYALA MENYALA, GERINDRA BERPIJAR !

tas apa yang salah ? Demokrasi kufur lah biang keruwetan ini. Demokrasi berbiaya mahal, meniscayakan semua calon merogoh kocek untuk mendapatkan kontrak rakyat untuk jadi pemimpin. Coba bandingkan dengan sistem Islam?

Dalam sistem Islam, waktu pemilihan Khalifah -setelah kosongnya jabatan Khalifah baik karena meninggal, mengundurkan diri atau atas pemazulan melalui putusan Mahkamah Madzalim- maka Amir sementara hanya diberi waktu maksimal 3 (tiga) hari untuk mencari balon, menetapkan calon dan memilih Khalifah pengganti hingga saat pembaiatan Khalifah. Hanya tiga hari !

Seorang yang mencalonkan diri sebagai Khalifah tidak butuh miliaran rupiah, bahkan tanpa uang sepeserpun. Cukuplah calon itu memenuhi syarat muslim, laki-laki, berakal, baligh, merdeka, adil dan memiliki kemampuan mengemban tugas kekhalifaha. Sudah, itu saja syaratnya. Tidak ada uang saksi, uang baliho, uang spanduk, Timses, kampanye politik, dan seabrek kebutuhan dana lainnya.

Selanjutnya Khalifah terpilih sepanjang tidak melanggar syara atau mengundurkan diri, memegang tampuk kekuasaan kekhilafahan sampai akhir hayatnya. Jadi setelah terpilih, Khalifah bisa langsung berkonsentrasi memimpin dan melayani rakyat, tidak perlu sibuk mempersiapkan diri untuk ajang politik lima tahunan.

Sementara itu untuk penempatan jabatan wali atau gubernur, tidak butuh Pilkada dengan anggaran miliaran rupiah. Gubernur diangkat dan diberhentikan oleh Khalifah. Selama tidak ada komplain dari daerah, selama Khalifah tetap memberikan amanah, maka gubernur atau wali dapat tumaninah (tenang) memimpin darrah yang dipimpinnya. Tidak perlu sibuk dengan Pilkada lima tahunan. Gubernur bisa berkonsentrasi memimpin dan melayani rakyat di daerahnya.

Namun jika ada komplain dari daerah yang meminta Khalifah mengganti gubernur, barulah gubernur diberhentikan dan diganti oleh gubernur baru yang ditunjuk Khalifah.

Simple dan murah sistem pengisian jabatan politik dalam Islam bukan ?

Bukankah anggaran ratusan miliar bahkan puluhan triliun saat Pilpres lebih baik digunakan untuk mensejahterakan rakyat ? Bukankah anggaran puluhan triliun juga ternyata hanya mampu menghasilkan Presiden dengan Hutang lebih dari 4000 triliun?

Wahai kaum muslimin, mengapa Anda enggan menerapkan syariat Islam dan Khilafah, padahal jelas Tuhan Anda menginginkan kebaikan bagi Anda dengan syariahnya ?

Wahai kaum muslimin, mengapa Anda Istiqomah dengan demokrasi padahal demokrasi terbukti nyata menyengsarakan Anda ?

Anda terus disibukkan dengan pemilu dan Pilkada, sementara pemimpin hasil pemilu, Pilkada d

Tags:
Redaksi

Penulis: Redaksi

KANTOR REDAKSI :
Graha Perwira, Gd. Gajah Blok AQ
Jl. Dr. Saharjo No. 111 Jakarta Selatan


Iklan Tengah Detail Foto Berita 665x140px

Berita Terkait

Form Komentar



Masukan 6 kode diatas :

huruf tidak ke baca? klik disini refresh


Komentar Via Facebook


Profil LIRANEWS.COM

Dewan Pengarah : Mayjen TNI (Purn) Arief Siregar, SH, MH, M.Sc • Mayjen TNI (Purn) Zulfahmi Rizal, M.Sc • Dr. H. Syahrial Yusuf, SE, MM • Prof, Dr, Ir, Marsudi W. Kisworo, M.Sc • Prof, Dr, Ahmad Mubarok Dewan Redaksi : Drs. HM. Jusuf Rizal, SE, M.Si • M Husnie • Mustaqin Ishak Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi :Drs. HM. Jusuf Rizal, SE, M.Si Wakil Pemimpin Redaksi :M. [...]

Facebook

Twitter