KEHADIRAN KRI MEWAKILI SUPREMASI KEDAULATAN NEGARA ATAS WILAYAH PERAIRAN

KEHADIRAN KRI MEWAKILI SUPREMASI KEDAULATAN NEGARA ATAS WILAYAH PERAIRAN

nasional bukan hanya menyempurnakan nilai strategis dan posisi Indonesia, melainkan juga posisi kawasan Asia Tenggara di mata dunia internasional. Menurutnya, struktur geografi tersebut menjadikan wilayah Indonesia demikian terbuka dan dapat dimasuki dari berbagai penjuru.

“Perspektif  TNI khususnya TNI Angkatan Laut, bahwa tantangan tugas kedepan tidak semakin ringan terlebih lagi bila dihubungkan dengan geo-strategi dan geo-ekonomi kawasan Pasifik yang semakin dinamis. Dengan diresmikannya KRI I Gusti Ngurah Rai harus menjadi momentum yang sangat strategis sehingga layak dibanggakan dan disyukuri,”  ujar Panglima TNI.

Mengakhiri amanatnya, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menekankan sebagai berikut ; tingkatkan terus profesionalitas sebagai pengawak Alutsista yang handal, sehingga mampu mengawaki dan mengoperasikan Alutsista yang dipercayakan sesuai dengan prosedur dan fungsi azasinya untuk memenangkan pertempuran; laksanakan tugas operasi dengan penuh tanggung jawab, pegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Trisila TNI Angkatan Laut; serta pelihara dan tingkatkan kewaspadaan serta keselamatan dan keamanan baik personel maupun material, untuk mewujudkan program zero accident.

KRI I Gusti Ngurah Rai 332 di Komandani oleh Kolonel Laut (P) Endra Hartono, S.H. dan  merupakan kapal yang mampu membawa 120 kru dengan kecepatan 28 knots.  Kapal Perusak Kawal Rudal ini memiliki kemampuan untuk perang empat matra sekaligus, perang permukaan sesama kapal perang, perang bawah air melawan kapal selam, perang  udara dengan pesawat tempur dan perang elektronika, sekaligus memiliki kemampuan membajak sistem persenjataan dan kendali dari kapal perang musuh.

Menjawab pertanyaan awak media, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa Kapal Perusak Kawal Rudal yang dikukuhkan namanya menjadi KRI I Gusti Ngurah Rai 332 adalah kapal yang kedua dari empat pemesanan, sehingga masih diperlukan 2 (dua) kapal lagi berdasarkan Renstra kedua tahun 2014-2019.

“Kalau kita bicara ideal masih kurang banyak, tetapi kita bicarakan berdasarkan Minimum Esensial Force (MEF), sehingga apa yang kita harapkan nantinya dalam renstra kedua yang harus dipenuhi adalah 4 (empat) KRI akan segera kita realisasikan secara bertahap,” kata Panglima TNI. LN-MHS

Tags:
Redaksi

Penulis: Redaksi

KANTOR REDAKSI :
Graha Perwira, Gd. Gajah Blok AQ
Jl. Dr. Saharjo No. 111 Jakarta Selatan


Iklan Tengah Detail Foto Berita 665x140px

Berita Terkait

Form Komentar



Masukan 6 kode diatas :

huruf tidak ke baca? klik disini refresh


Komentar Via Facebook


Profil LIRANEWS.COM

Dewan Pengarah : Mayjen TNI (Purn) Arief Siregar, SH, MH, M.Sc • Mayjen TNI (Purn) Zulfahmi Rizal, M.Sc • Dr. H. Syahrial Yusuf, SE, MM • Prof, Dr, Ir, Marsudi W. Kisworo, M.Sc • Prof, Dr, Ahmad Mubarok Dewan Redaksi : Drs. HM. Jusuf Rizal, SE, M.Si • M Husnie • Mustaqin Ishak Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi :Drs. HM. Jusuf Rizal, SE, M.Si Wakil Pemimpin Redaksi :M. [...]

Facebook

Twitter