WARTAWAN SENIOR: “ROYAL WEDDING” DAN “PERKAWINAN ROYAL” BERBEDA MAKNA

WARTAWAN SENIOR: “ROYAL WEDDING” DAN “PERKAWINAN ROYAL” BERBEDA MAKNA

Kalau ditanya apakah salah Presiden menghamburkan uang untuk perkawinan putri beliau, jawabannya “tidak” –dari sudut pandang tertentu. Itu hak beliau. Tidak masalah.

Kita hanya ingin menjelaskan bahwa ada “Royal Wedding” yang sangat berbeda dengan “Perkawinan Royal”. Yang pertama adalah prosesi perkawinan keluarga kerajaan, sedangkan yang kedua adalah prosesi perkawinan keluarga yang banyak duit. Itu saja!

Apakah ada aspek lain? Wallahu a’lam. Ada yang mempersoalkan “kemewahan” prosesi perkawinan itu. Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, berpendapat seharusnya Presiden Jokowi melaksanakannya secara sederhana saja. Fahri menyebutkan adanya anjuran resmi pemerintah agar acara perkawinan anak-anak pejabat tidak berlebihan. Jokowi sudah menjawab kritik Fahri dengan mengatakan bahwa semua penyediaan jasa untuk perkawinan putrinya berasal dari kalangan sendiri, usaha (bisnis) keluarga Jokowi sendiri.

Poin yang menarik dari Fahri adalah bahwa Jokowi sejak awal menggagas “revolusi mental”. Poin ini sah-sah saja untuk diangkat mengingat anjuran revolusi ini termasuk mengubah mentalitas megalomania. Sekali lagi, wallahu alam.

Hanya dua hal yang menarik perhatian saya. Pertama, pengerahan satuan keamanan yang jumlahnya, konon, mencapai lebih 3,500 personel (polisi dan tentara). Yang kedua, pengerahan relawan Jokowi dari seluruh Indonesia yang jumlahnya cukup banyak juga, sekitar 6,000 orang. Mereka diundang datang ke Solo. Kalau kedua hal ini mau dijawab dengan “logika”, tentu bisa saja.

Jokowi menyatakan “kekagetan” terhadap jumlah yang hadir; mereka datang melalui “perjuangan berat” untuk sampai ke Solo. Tetapi kemudian, ada agenda konsolidasi nasional para relawan itu. Bagaikan sudah dipersiapkan. Artinya, tak harus “kaget”.

Para relawan itu kemudian mendapatkan pengarahan dari Menko Kemaritiman Luhut B Pandjaitan (LBP) di Asrama Haji, Solo. Pak LBP menguraikan prestasi Presiden Jokowi. Ada terasa suasana politis di celah-celah kegiatan Perkawinan Royal ini.

“Sekali dayung, dua-tiga pulau terlampau,” kata pepatah. “Sambil menyelam, minum air.”

Asyari Usman, Penulis adalah wartawan senior

Tags:
Redaksi

Penulis: Redaksi

KANTOR REDAKSI :
Graha Perwira, Gd. Gajah Blok AQ
Jl. Dr. Saharjo No. 111 Jakarta Selatan


Iklan Tengah Detail Foto Berita 665x140px

Berita Terkait

Form Komentar



Masukan 6 kode diatas :

huruf tidak ke baca? klik disini refresh


Komentar Via Facebook


Profil LIRANEWS.COM

LiraNews adalah media online Indonesia yang menyajikan berita terbaru di seluruh indonesia , kebanyakan media online di bangun dari perusahaan besar atau di bangun oleh orang-orang media , Tetapi kami adalah sekumpulan mahasiswa Perguruan tinggi di Jakarta yang senang dengan dunia internet . LiraNews bukanlah yang pertama bergerak di bidang media portal online , Tetapi kami yakin akan senantiasa memberikan yang terbaik untuk [...]

Facebook

Twitter