YLKI: KEWAJIBAN PEMILIK KARTU SIM TELEPON SELULAR TIDAK DISERTAI ANCAMAN

YLKI: KEWAJIBAN PEMILIK KARTU SIM TELEPON SELULAR TIDAK DISERTAI ANCAMAN

Jakarta, LiraNews.com - Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi mengatakan, seharusnya dalam kewajiban pemilik kartu SIM telepon selular mendaftarkan ulang identitasnya dengan menyertakan nomor KTP dan nomor kartu keluarga ada jaminan yang diberikan.

“Termasuk jaminan agar data pengguna yang didaftarkan tidak digunakan untuk kepentingan komersial,” ujar Tulus dalam keterangannya, Kamis (12/10/2017).

Hal ini dikatakan Tulus terkait kewajiban pemilik kartu SIM telepon selular mendaftarkan ulang identitasnya dengan menyertakan nomor KTP dan nomor kartu keluarga. Pengguna yang tidak mendaftar hingga akhir 28 Februari 2018 akan dinonaktifkan nomornya secara bertahap.

Proses pendaftaran, menurut Tulus, sebaiknya juga tidak disertai dengan ancaman pemblokiran.  Proses pendataan ulang harus melalui proses komunikasi dan sosialisasi yang benar-benar sampai ke konsumen.

“Jangan sampai penutupan akses nomor seluler konsumen hanya karena konsumen tidak tahu informasi peraturan tersebut," katanya.

Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bakal memberlakukan registrasi nomor pelanggan yang divalidasi dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tercantum dalam KTP dan KK, mulai 31 Oktober mendatang. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan perlindungan hak pelanggan jasa telekomunikasi,

Jika pengguna ponsel tidak melakukan registrasi, maka nomor kartu SIM-nya terancam diblokir dan pengguna tidak akan bisa melakukan panggilan atau menerima telepon, SMS, bahkan berselancar di Internet.

Dirjen Pos dan Penyelenggaraan Informatika (PPI) Kemkominfo, Ahmad M. Ramli, mengatakan pelanggan yang tidak mendaftar ulang sebelum 28 Februari 2018 (batas akhir pendaftaran nomor kartu SIM dengan NIK), mereka akan mengalami pembatasan layanan hingga pemblokiran secara bertahap.

"Tanpa melakukan itu (registrasi), pelanggan akan terkena berbagai akibat. Pertama menerima pemblokiran outgoing call (panggilan keluar) dan SMS di 30 hari pertama. Kemudian pemblokiran incoming call (panggilan masuk) dan SMS di 15 hari berikutnya. Dan pemblokiran layanan Internet 15 hari setelahnya," kata Ahmad.

Untuk melakukan pendaftaran, pengguna bisa mengirimkan SMS ke 4444 dengan format NIK#NomorKK# dan dinyatakan berhasil apabila data yang dimasukkan telah divalidasi.

Aturan ini berlaku untuk calon pelanggan maupun pelanggan lama seluler yang harus melakukan validasi data berdasarkan NIK dan nomor Kartu Keluarga (KK) yang terekam di database Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pen

Tags:
Redaksi

Penulis: Redaksi

KANTOR REDAKSI :
Graha Perwira, Gd. Gajah Blok AQ
Jl. Dr. Saharjo No. 111 Jakarta Selatan


Iklan Tengah Detail Foto Berita 665x140px

Berita Terkait

Form Komentar



Masukan 6 kode diatas :

huruf tidak ke baca? klik disini refresh


Komentar Via Facebook


Profil LIRANEWS.COM

LiraNews adalah media online Indonesia yang menyajikan berita terbaru di seluruh indonesia , kebanyakan media online di bangun dari perusahaan besar atau di bangun oleh orang-orang media , Tetapi kami adalah sekumpulan mahasiswa Perguruan tinggi di Jakarta yang senang dengan dunia internet . LiraNews bukanlah yang pertama bergerak di bidang media portal online , Tetapi kami yakin akan senantiasa memberikan yang terbaik untuk [...]

Facebook

Twitter