KH CHOLIL RIDWAN: PAK HARTO TAMPIL UNTUK SELAMATKAN NKRI

KH CHOLIL RIDWAN: PAK HARTO TAMPIL UNTUK SELAMATKAN NKRI

ng mengeluarkan TAP MPRS No 25 Tahun 1966, tentang pembubaran Partai Komunis Indonesia dan melarang komunisme, sangatlah jelas.

”Ulama pada saat itu sejalan dengan Pak Harto. Bahwa Pak Harto tampil untuk menyelamatkan NKRI dari perebutan kekuasaan oleh PKI. Pendapat saya pribadi pun, pak Harto adalah pahlawan pada tahun 65 menyelamatkan NKRI. Saya juga heran kenapa film G30S PKI tidak diputar lagi,” tegas Cholil.

Namun, kini ada arahan agar di lingkungan institusi TNI untuk nonton bareng (Nobar) film G30S PKI. Cholil pun menyambut baik. Menurutnya, sejarah itu jangan mendiskreditkan, pemutaran film itu untuk mengingatkan kembali kepada anak bangsa jangan sampai peristiwa itu kembali terulang karena sangat menyakitkan. Yang menjadi korbannya adalah Jenderal Angkatan Darat, seperti Jenderal Ahmad Yani, Jenderal Abdul Haris Nasution, dan lainnya.

”Pemutaran film G30S PKI itu menunjukkan sejarah yang sebenarnya. Bahwa waktu itu korbannya nyata para jenderal di Lubang Buaya,” kata Cholil.

Cholil juga berpesan Museum Lubang Buaya itu jangan sampai dibongkar karena itu bukti sejarah bangsa yang harus diketahui oleh generasi muda. Sehingga ketika mereka berkunjung menjadi tahu kalau disana telah terjadi pemberontakan dengan terbunuhnya para jenderal.

Cholil berharap agar pemerintah berpihak kepada aspirasi rakyat dan umat. Apalagi komunis itu pada hakekatnya atheis menolak semua agama. Bagi mereka, agama adalah racun. Indonesia ini penduduknya mayoritas Muslim, bagaimanapun negara harus melindungi agama yang dipeluk oleh mayoritas.

Dikatakan dia, umat Muslim Indonesia perlu iri kepada saudara Muslim di Malaysia dan Brunai. Malaysia menjadikan Islam sebagai agama negara. Kemudian ketika ada non Muslim datang ke rumah-rumah Muslim membawa brosur langsung ditangkap, begitu juga ketika syiah mengadakan acara, pemerintahnya bersikap tegas karena memang melindungi.

Semestinya, menurut dia, walaupun Indonesia bukan kerajaan, walaupun Islam bukan agama negara. Tapi Pancasila itu bertumbuh pada agama dan Ketuhanan Yang Maha Esa. Maka pemerintah wajib melindungi agama.

”Nah, kalau PKI dibiarkan kemudian tumbuh lagi, nanti agama akan habis dengan cara kekuasaan dan politik mereka. Agama makin disudutkan,” pungkasnya. LN-DIT

Tags:
Redaksi

Penulis: Redaksi

KANTOR REDAKSI

 

 

 


Graha Perwira, Gd. Gajah Blok AQ
Jl. Dr. Saharjo No. 111 Jakarta Selatan


Iklan Tengah Detail Foto Berita 665x140px

Berita Terkait

Form Komentar



Masukan 6 kode diatas :

huruf tidak ke baca? klik disini refresh


Komentar Via Facebook


Profil LIRANEWS.COM

Dewan Pengarah :  Mayjen TNI (Purn) Arief Siregar, SH, MH, M.Sc • Mayjen TNI (Purn) Zulfahmi Rizal, M.Sc • Dr. H. Syahrial Yusuf, SE, MM • Prof, Dr, Ir, Marsudi W. Kisworo, M.Sc • Prof, Dr, Ahmad Mubarok Dewan Redaksi :  Drs. HM. Jusuf Rizal, SE, M.Si • M Husnie • Mustaqin Ishak • Ahmad Hadariy, S.Ag Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi : Indra Lesmana Wakil Pemimpin Redaksi : M. [...]

Facebook

Twitter