ISLAM SEBAGAI KAPAL SAMUDERA KEHIDUPAN

ISLAM SEBAGAI KAPAL SAMUDERA KEHIDUPAN

LiraNews, Jakarta -- Pepatah lama Arab pernah mengatakan, lupa tujuan karena tenggelam dalam pusaran. Celaka karena mau mengarungi lautan tapi tenggelam di tepi pantai.

Banyak sekali orang yang tenggelam di tepi pantai tanpa bisa menganalisis tujuannya.

Berhubung pepatah tersebut berkaitan dengan penulis yang memiliki latar belakang sebagai alumni perikanan dan kelautan (THP), maka akan kita coba memahaminya melalui pandangan kaca mata perikanan dan kelautan.
Kurang lebih maksudnya ialah seperti ini.

Banyak orang saat ini lupa akan diri dan tujuan hidup yang sebenarnya, mereka lupa datang dari mana, hendak kemana, dan apa tujuan yang sebenarnya.
Samudera apa yang hendak diarungi, kapal jenis apa untuk berlayar, siapa nahkodanya, Kompas apa untuk penunjuk arah, dan apa tujuan terakhir kita.

Jika kita coba untuk merenungkan diri kembali, sebenarnya apa tujuan dari pertanyaan itu semua??
Renungannya begini, samudera yang dimaksud diatas bukanlah samudera/laut biru sana, melainkan samudera yang kita bicarakan ini lebih luas ukurannya dibandingkan ukuran samudera pada umumnya, Kakek pelaut kita terdahulu sering menyebutnya dengan sebutan samudera kehidupan.

Sebenarnya apa itu samudera dan apa itu kehidupan?
Samudra (juga dieja samudera) atau lautan (dari bahasa Sanskerta) adalah laut yang luas dan merupakan massa air asin yang sambung-menyambung meliputi permukaan bumi yang dibatasi oleh benua ataupun kepulauan yang besar.

Menurut J. C. MICHAELS, kehidupan adalah perjalanan luar biasa menuju wilayah tak dikenal, sebuah jalur penuh tipu daya melalui hutan - hutan gelap, sebuah tirai gantung diatas kulit pohon yang bercabang - cabang.

Jadi kita coba tarik kesimpulan samudera kehidupan adalah sebuah perjalanan luar biasa menuju wilayah tak dikenal melalui laut yang luas.

Untuk melewati samudera tersebut tentu kita membutuhkan sebuah kapal untuk transportasi atau kendaraan, yang mana kapal-kapal ini sudah ada bahkan memiliki berbagai macam merek, salah satu merek/nama dari kapal tersebut ialah Islam dan kapal ini lah yang penulis dan kebanyakan dari kita semua pilih sebagai kendaraan untuk mengarungi samudera kehidupan ini. Penumpang didalam kapal ini disebut sebagai kaum Muslimin/muslimah.

Kapal ini pertama kali ada pada pada tahun 622 M atau kurang lebih sekitar 1394 M tahun yang lalu, kapal ini pertama kali di Nahkodai oleh seorang pemuda yang buta huruf yang tidak pernah belajar tulis dan baca, putra kebanggaan dari Padang pasir yang bertitel kan Habibullah dan digelari umatnya al-Amin yang bernama

Redaksi

Penulis: Redaksi

KANTOR REDAKSI :
Graha Perwira, Gd. Gajah Blok AQ
Jl. Dr. Saharjo No. 111 Tebet
Jakarta Selatan 12810


Iklan Tengah Detail Foto Berita 665x140px

Berita Terkait


Komentar Via Facebook


Profil LIRANEWS.COM

LiraNews adalah media online Indonesia yang menyajikan berita terbaru di seluruh indonesia , kebanyakan media online di bangun dari perusahaan besar atau di bangun oleh orang-orang media , Tetapi kami adalah sekumpulan mahasiswa Perguruan tinggi di Jakarta yang senang dengan dunia internet . LiraNews bukanlah yang pertama bergerak di bidang media portal online , Tetapi kami yakin akan senantiasa memberikan yang terbaik untuk [...]

Facebook

Twitter