PERCEPAT EKSPANSI LAYANAN, TANIGROUP OPERASIKAN E-COMMERCE PERTANIAN

PERCEPAT EKSPANSI LAYANAN, TANIGROUP OPERASIKAN E-COMMERCE PERTANIAN

LiraNews, Singapura -- Perusahaan rintisan TaniGroup, yang mengoperasikan  e-commerce pertanian TaniHub dan platform fintech TaniFund, mengumumkan bahwa mereka telah menggalang pendanaan Seri A sebesar US$10 juta yang dipimpin oleh Openspace Ventures dengan partisipasi dari Intudo Ventures, Golden Gate Ventures, dan The DFS Lab.

Pendanaan Seri A diharapkan dapt mempercepat ekspansi layanan TaniGroup di seluruh Indonesia dan pengembangan produk baru. Pendanaan ini melengkapi investasi Pra-Seri A yang sebelumnya dari Alpha JWC Ventures dan beberapa angel investor pada awal tahun 2018.

TaniHub telah bermitra dengan lebih dari 25.000 petani lokal dan mengoperasikan lima kantor regional serta pusat distribusi di Indonesia. TaniHub menyediakan platform B2B dan B2C yang menyalurkan hasil panen petani kepada klien UMKM maupun individu secara langsung. TaniHub menghubungkan berbagai kelompok petani dengan lebih dari 400 UMKM dan lebih dari 10.000 pelanggan individual.

TaniFund menyediakan pendanaan untuk proyek pembudidayaan maupun pembiayaan transaksi oleh petani yang mungkin kekurangan akses terhadap institusi keuangan formal. Dengan terhubung pada TaniHub, petani mitra TaniFund dapat juga menjual hasil panen mereka dengan mudah. TaniFund terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan merupakan anggota dari Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia  (AFPI).

Presiden dan Co-Founder TaniGroup, Pamitra Wineka  mengatakan, bahwa sektor pertanian sangat vital karena merupakan sektor terbesar kedua dalam PDB Indonesia dan mempekerjakan 32 juta penduduk Indonesia.

Dengan adanya TaniHub, para petani diharapkan bisa mengakses berbagai jaringan pemasaran untuk hasil panen mereka, sementara TaniFund bisa membantu persoalan pendanaan yang selama ini juga merupakan kendala untuk para petani.

“Kedepannya kami juga ingin membuat beberapa platform lagi untuk membantu petani dalam metode terbaik untuk bercocok tanam,” ujar Pamitra.

Masalah pertanian di Indonesia bisa diselesaikan melalui inovasi teknologi karena sudah mendaptkan dukungan penuh dari Pemerintah untuk meningkatkan standar kehidupan para petani. TaniGroup akan berkolaborasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lain untuk membangun platform yang lebih mendalam — yang merupakan kunci untuk mengatasi persoalan di sektor pertanian Indonesia.

CEO dan Co-Founder TaniGroup, Ivan Arie Sustiawan mengatakan, pihaknya ingin mengundang perusahaan startup lainnya di bidang pertanian untuk berkolaborasi karena sektor ini sangat besar namun terlalu tradisi

Tags: ekonomi
Redaksi

Penulis: Redaksi

KANTOR REDAKSI :
Graha Perwira, Gd. Gajah Blok AQ
Jl. Dr. Saharjo No. 111 Tebet
Jakarta Selatan 12810


Iklan Tengah Detail Foto Berita 665x140px

Berita Terkait


Komentar Via Facebook


Profil LIRANEWS.COM

LiraNews adalah media online Indonesia yang menyajikan berita terbaru di seluruh indonesia , kebanyakan media online di bangun dari perusahaan besar atau di bangun oleh orang-orang media , Tetapi kami adalah sekumpulan mahasiswa Perguruan tinggi di Jakarta yang senang dengan dunia internet . LiraNews bukanlah yang pertama bergerak di bidang media portal online , Tetapi kami yakin akan senantiasa memberikan yang terbaik untuk [...]

Facebook

Twitter