GURU BESAR IPB: POTENSI EKONOMI MARITIM INDONESIA BISA MENYELESAIKAN PERSOALAN BANGSA

GURU BESAR IPB: POTENSI EKONOMI MARITIM INDONESIA BISA MENYELESAIKAN PERSOALAN BANGSA

LiraNews. Jakarta  – Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Ir. , MS mengatakan, bahwa potensi ekonomi maritim Indonesia sangat dahsyat. Bila dikembangkan dengan sungguh-sungguh dan fokus, maka akan dapat menyelesaikan persoalan bangsa, khususnya di bidang ekonomi dan kesejahteraan.

“Sesungguhnya Indonesia dengan potensi ekonomi yang kita miliki, Insya Allah pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persen  per tahun bagi Indonesia adalah keniscayaan,” ujar Rokhmin Dahuri usai menjadi pembicara pada acara dialog kebangsaan dan buka puasa bersama dalam rangka Harkitnas diselenggarakan Majelis Nasional KAHMI di Jakarta, Ahad (19/5/2019)

KAHMI, tambahnya, ingin memberikan semangat kepada pemerintah yang baru siapapun yang terpilih bahwa 7 persen dari statistik ekonomi itu mudah sekali. Jadi, dari ekonomi kelautan 11 sektor yang bisa kita kembangkan nilainya sangat besar sekali, yakni, 1,4 triliun dolar AS.

“Artinya 1,5 kali lipat ekonomi Indonesia saat ini. Dan penyerapan sepertiga angkatan kerja kita, sekitar 45 juta orang kita bangkitkan, dalam arti tidak ada pengangguran lagi,” papar duta besar kehormatan Jeju Island Korea ini.

Ia mencontohkan udang Vaname. Kalau Indonesia  bisa memanfaatkan 17 persen saja dari lahan pesisir yang cocok dikembangkan untuk tambak udang, bisa menghasilkan 20 juta ton atau 20 miliar kilogram udang per tahun. Harga udang saat ini  sekitar 5 dolar per kg. Jadi kalau 20 miliar kilogram dikalikan  5 dolar berarti 100 miliar dolar.

"PDB Indonesia saat ini hanya sekitar 1 triliun dolar.  Jadi kalau 100 miliar dolar dibagi 1 triliun dolar, ketemu angka 10 persen. Artinya, udang bisa menyumbang 10 persen PDB kita," tutur mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Kabinet Gotong Royong ini.

Sebelumnya, pada Dialog yang bertema “Harkitnas: Globalisasi, Tantangan Demokrasi dan Pembangunan Ekonomi” Majelis Nasional KAHMI, Rokhmin memaparkan bahwa Indonesia perlu mengembangkan 500 ribu hektar tambak udang dalam waktu lima tahun ke depan.

Pengembangan tambak uang seluas 500 ribu ha itu mempunyai multiplier effect yang sangat besar. Kesempatan kerja langsung (on farm) sekitar 2 juta orang, dan tidak langsung (off farm) sekitar 1,5 juta orang.

“Itu baru dari udang saja. Padahal, banyak sekali komoditas budidaya laut lainnya dengan nilai ekonomi sangat tinggi. Contohnya, udang windu, ikan bandeng, nila salin, kerapu, kakap, bawal bintang, kepiting, lobster, gonggong, abalone, teripang, kerang mutiara, dan rumput laut,” katanya.*

Tags:
Redaksi

Penulis: Redaksi

KANTOR REDAKSI :
Graha Perwira, Gd. Gajah Blok AQ
Jl. Dr. Saharjo No. 111 Tebet
Jakarta Selatan 12810


Iklan Tengah Detail Foto Berita 665x140px

Berita Terkait


Komentar Via Facebook


Profil LIRANEWS.COM

LiraNews adalah media online Indonesia yang menyajikan berita terbaru di seluruh indonesia , kebanyakan media online di bangun dari perusahaan besar atau di bangun oleh orang-orang media , Tetapi kami adalah sekumpulan mahasiswa Perguruan tinggi di Jakarta yang senang dengan dunia internet . LiraNews bukanlah yang pertama bergerak di bidang media portal online , Tetapi kami yakin akan senantiasa memberikan yang terbaik untuk [...]

Facebook

Twitter