KEPALA BARANTAN: PELUANG EKSPOR PERTANIAN INDONESIA MENINGKAT DI PASAR INTERNASIONAL

KEPALA BARANTAN: PELUANG EKSPOR PERTANIAN INDONESIA MENINGKAT DI PASAR INTERNASIONAL

LiraNews, Jakarta -- Peluang pasar internasional bagi komoditas unggulan pertanian semakin terbuka lebar. Kementerian Pertanian atau Kementan melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan) memanfaatkan kesempatan ini dengan menggenjot ekspor produk pertanian unggulan Indonesia. Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil lakukan ekspor terhadap delapan komoditas unggulan pertanian sekaligus ke berbagai negara tujuan, yakni Cina, Korea Selatan, Belanda, India, Thailand, Rusia dan Papua Nugini. Senin (22/4/2019).

Kepala Badan Karantina Pertanian, Ir. Ali Jamil. MP., Ph.D mengungkapkan, “Peluang pasar ekspor pertanian Indonesia harus kita gunakan sebaik-baiknya dengan meningkatkan daya saing komoditas pertanian Indonesia di pasar Internasional,” terangnya.

Kepala Badan Karantina Pertanian Tanjung Priok, Ir. Purwo Widiarto. MMA, menyampaikan bahwa berdasarkan data otomasi perkarantinaan IQFast BBKP yang melalui wilayah kerjanya sepanjang tahun 2018, frekuensi ekspor komoditas tumbuhan ke luar negeri yang melalui Tanjung Priok sebanyak 12.700 kali.

Lebih lanjut, Purwo menambahkan frekuensi tersebut meningkat 8% dibandingkan tahun 2017 yaitu 11.594 kali. Selama 2018 telah dilakukan ekspor terhadap komoditas tumbuhan berupa Kakao, Pinang Biji, Buah Manggis, Kopra, dan Dracena yang mencapai nilai Rp 3 T dengan kuantitas tertinggi adalah Kakao sebanyak 48.141,6 Ton yang memiliki nilai ekonomi sebesar Rp 1,1 T dengan tujuan Amerika Serikat, Meksiko, Ukraina, Jepang, Belanda, Vietnam, Thailand, Malaysia, Kroasia, China, Australia, Ekuador, Bangladesh, Philipina, Pakistan, India, Mesir, Estonia.

“Sedangkan nilai ekspor sejak Januari hingga April 2019 tercatat telah mencapai Rp 980,5 miiar dengan komoditas unggulan yang sama yaitu Kakao sebanyak 13.423,2 Ton atau senilai Rp 308,7 miliar dengan tujuan negara yang sama,” beber Kepala Badan Karantina Pertanian Tanjung Priok.

Kemudian Kepala Badan Karantina Pertanian Tanjung Priok menjelaskan, selain komoditas tumbuhan, selama 2018 juga dilakukan ekspor terhadap komoditas unggulan hewan, tercatat sebanyak 891 kali dan tahun 2017 sebanyak 412 kali yang berarti mengalami kenaikan sebanyak 53%. Selama kurun waktu 2018, ekspor komoditas hewan melalui Badan Karantina Pertanian Tanjung Priok mencapai Rp 704,4 miliar dengan komoditas unggulan tertinggi adalah Cattle Bone Grist tujuan Jepang sebanyak 441 Ton atau setara dengan Rp 198,4 miliar.

“Sedangkan pada awal 2019 hingga April tercatat telah mencapai angka Rp 60,5 miliar dengan komoditas yang sama yaitu Cattle Bone Grist tujuan Jepang sebanyak 1

Tags: ekonomi
Redaksi

Penulis: Redaksi

KANTOR REDAKSI :
Graha Perwira, Gd. Gajah Blok AQ
Jl. Dr. Saharjo No. 111 Tebet
Jakarta Selatan 12810


Iklan Tengah Detail Foto Berita 665x140px

Berita Terkait


Komentar Via Facebook


Profil LIRANEWS.COM

LiraNews adalah media online Indonesia yang menyajikan berita terbaru di seluruh indonesia , kebanyakan media online di bangun dari perusahaan besar atau di bangun oleh orang-orang media , Tetapi kami adalah sekumpulan mahasiswa Perguruan tinggi di Jakarta yang senang dengan dunia internet . LiraNews bukanlah yang pertama bergerak di bidang media portal online , Tetapi kami yakin akan senantiasa memberikan yang terbaik untuk [...]

Facebook

Twitter