PERSEPSI: LEMBAGA-LEMBAGA SURVEINYA PROFESIONAL DAN BERINTEGRITAS

PERSEPSI: LEMBAGA-LEMBAGA SURVEINYA PROFESIONAL DAN BERINTEGRITAS

Liranews, Jakarta -- Sejumlah lembaga survei yang tergabung dalam Perhimpunan Survei Opini Publik (Persepi) adakan konferensi pers di Jakarta, kemarin.

Lembaga survei tersebut seperti : Populi Center, Charta Politika, Indikator, Cyrus Network, Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Saiful Mujani Research Center (SMRC), LSI Denny JA, Indo Barometer, Portraking dan Konsep Indonesia.

Konferensi pers tersebut sengaja digelar karena lembaga survei internal Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo- Sandi, mempersoalkan sejumlah lembaga ini karena hasil "quick qount" ini memenangkan pasangan capres-cawapres Joko Widodo- Maruf Amin.

Ke 10 lembaga yang mewakili lembaga lainnya ini memaparkan kinerjanya, sehingga menghasilkan data yang akurat yang bisa dipertanggungjawabkan seperti bagaimana metodelogi "quick qount", manajemen dan proses pelaksanaan "quick qount" dan ekspose data "quick qount".

"Makanya hari ini kita mau memperlihatkan pada publik. Kita bertanggung jawab terhadap temuan kita," ujar Ketua Umum Persepi Philips J. Vermonte pada Liranews.com.

Jadi, kata dia, untuk memperkuat data hasil "quick qount", membuat lembaga ini sering mengadakan pertemuan. Bahkan untuk mempermudah masyarakat yang ingin  mengetahui hasilnya, tentu bisa diakses lewat website Persepi dan lembaga-lembaga lainnya.

Untuk meyakinkan masyarakat terhadap lembaga-lembaga survei, Direktur Eksekutif CSIS ini juga mempersilahkan masyarakat untuk melihat kembali "track record" hasil "quick qount" lembaga survei sebelumnya,

"Selama beberapa Pemilu, apakah "track record" kita baik atau tidak. Harusnya masyarakat bisa melihat sendiri, "tambahnya.

Dia juga tidak mau berbicara panjang lebar, apakah hasil "quick qount" dari lembaga internal BPN kredibel atau tidak. Karena tujuan lembaga-lembaga survei ini lebih pada Persepi keluar, untuk diketahui publik. Pihak BPN hadir atau tidak bukan menjadi persoalan.

Maka dari itu, Philips berharap  kedepan, adanya lembaga survei, publik makin mempercayai, menghargai proses-proses ilmiah, bahkan dalam dunia politik sekaligus.

Jika ternyata lembaga survei internal BPN itu tidak sesuai data dilapangan, maka tentu ada lembaga etik. Intinya, setiap asosiasi ada dewan etik.  Jadi, hanya dewan etik yang menangani atau menyelesaikan jika ada lembaga- lembaga yang tidak professional dan tidak berintegritas.

Menanggapi kuasa hukum BPN yang melaporkan lembaga survei ke Polda Metro Jaya, katanya, laporan tersebut wajar-wajar saja, karena itu hak setiap warga negara.

U

Tags: politik
Redaksi

Penulis: Redaksi

KANTOR REDAKSI :
Graha Perwira, Gd. Gajah Blok AQ
Jl. Dr. Saharjo No. 111 Tebet
Jakarta Selatan 12810


Iklan Tengah Detail Foto Berita 665x140px

Berita Terkait


Komentar Via Facebook


Profil LIRANEWS.COM

LiraNews adalah media online Indonesia yang menyajikan berita terbaru di seluruh indonesia , kebanyakan media online di bangun dari perusahaan besar atau di bangun oleh orang-orang media , Tetapi kami adalah sekumpulan mahasiswa Perguruan tinggi di Jakarta yang senang dengan dunia internet . LiraNews bukanlah yang pertama bergerak di bidang media portal online , Tetapi kami yakin akan senantiasa memberikan yang terbaik untuk [...]

Facebook

Twitter