ROKHMIN DAHURI: JOKOWI-MARUF AMIN DALAM MENYUSUN KABINET HARUS MENGIKUTI RASULULLAH SAW

ROKHMIN DAHURI: JOKOWI-MARUF AMIN DALAM MENYUSUN KABINET HARUS MENGIKUTI RASULULLAH SAW

LiraNews, Jakarta – Siapapun capres-cawapres yang terpilih secara resmi yang ditetapkan oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum) nanti, diharapkan ke depan bisa memimpin Negara dengan niat karena Allah semata.  Menteri-menteri yang dipilih nanti harus benar-benar berakhlak, yang kerja keras, tidak sombong dan tidak sok pintar sendiri.

Hal itu dikatakan Dr. Ir. H Rokhmin Dahuri, MS, tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin menanggapi hasil  pemilihan presiden (pilpres).  Pasangan Jokowi-Maruf Amin unggul sementara atas pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berdasarkan hasil hitung cepat atau quick count 10 lembaga atas Pilpres 2019, Rabu (17/4/2019).

 “Dalam menyusun kabinetnya, harus mengikuti hadits Nabi Muhammad SAW, yaitu bahwa satu urusan kalau diserahkan kepada yang bukan ahlinya tunggu kehancurannya. Istilah dalam bahasa Inggris, The Right Man on the Right Place (Orang yang tepat dalam posisi yang tepat),” ujar Rokhmin di Jakarta, Kamis (18/7/2019).

Rokhmin berharap, Jokowi-Maruf Amin dalam memimpin bangsa ini untuk 5 tahun ke depan akan lebih baik lagi. Akan membuat bangsa ini lebih beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, menurut agamanya masing-masing, dapat hidup di bumi Pancasila yang kita cita-citakan bersama.

“Mudah-mudahan dengan kepemimpinan berliau berdua, khususnya Kiai Maruf, kerukunan dan kehidupan harmonis antar umat beragama akan lebih baik. Sehingga dengan kerukunan, persatuan dan kesatuan itulah kita bisa membangun bangsa lebih baik lagi, supaya cita-cita kemerdekaan yakni manusia yang maju, adil, makmur dan berdaulat, segera terwujud,” imbuhnya.

Karena faktanya, lanjut Rokhmin, meskipun sejak merdeka sampai sekarang kita mengalami perbaikan di segala bidang kehidupan, juga termasuk sentuhan Jokowi-JK yang berhasil menurunkan tingkat kemiskinan di bawah 10 persen atau 9.8 persen.

Selain itu, ekonomi kita juga 16 besar di dunia. Sementara fakta lain yang harus diseriusi yaitu pendapatan kotor rakyat Indonesia yang rata-rata baru mencapai 3800 dollar per tahun.

“Padahal kriteria Negara makmur itu, 12161 dollar per tahun. Boleh dibilang masih sepertigaya,” tutur Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Maritim ini.

Rokhmin menegaskan, kita juga menghadapi problema kaya-miskin yang sangat lebar, kesenjangan pembangunan antar wilayah. Menurut data Kementerian Kesehatan saat ini kita menghadapi masalah pertumbuhan anak yang terlambat, kendala bergizi buruk, serta menghadapi industri pembangunan manusia yang belum seperti Negara maju.

&ldqu

Tags: politik
Redaksi

Penulis: Redaksi

KANTOR REDAKSI :
Graha Perwira, Gd. Gajah Blok AQ
Jl. Dr. Saharjo No. 111 Tebet
Jakarta Selatan 12810


Iklan Tengah Detail Foto Berita 665x140px

Berita Terkait


Komentar Via Facebook


Profil LIRANEWS.COM

LiraNews adalah media online Indonesia yang menyajikan berita terbaru di seluruh indonesia , kebanyakan media online di bangun dari perusahaan besar atau di bangun oleh orang-orang media , Tetapi kami adalah sekumpulan mahasiswa Perguruan tinggi di Jakarta yang senang dengan dunia internet . LiraNews bukanlah yang pertama bergerak di bidang media portal online , Tetapi kami yakin akan senantiasa memberikan yang terbaik untuk [...]

Facebook

Twitter