ASET NEGARA SENILAI Rp3 TRILIUN RUPIAH DIDUGA RAIB

ASET NEGARA SENILAI Rp3 TRILIUN RUPIAH DIDUGA RAIB

Jakarta, LiraNews.com - Bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) seharusnya mengetahui kemana aliran dana yang dipotong 10 persen tiap bulannya, salah satunya digunakan untuk pembelian aset dan semua dana tersebut dikelola oleh Yayasan Korpri.

Perlu diketahui seluruh masyarakat Indonesia khususnya para PNS, bahwa dana tersebut diduga telah diselewangkan melalui pembelian aset berupa tanah, yang terjadi saat ini.
Informasi yang diterima redaksi LiraNews.com, berdasarkan laporan masyarakat aset berupa tanah tersebut senilai Rp.3 triliun rupiah telah raib. Diduga aset tersebut telah menjadi milik pribadi mantan pengurus Korps Pegawai Negeri RI (Korpri).

Berdasarkan informasi tertulis bahwa iuran dari PNS tersebut dihimpun oleh Dasperi (Dana Kesejahteraan Pegawai Negeri).

Dimana dana tersebut diserahkan kepada Korpri pada tanggal 20 November 1975. Perlu diketahui Korpri berdiri pada 29 November 1971.
Sejarah Korpri

Sejak berdirinya Korpri, Dewan Pembina Korpri Pusat membentuk Yayasan Korpri pada 11 Oktober 1976. Kemudian pada 30 Juni 1977 Dewan Pembina Korpri Pusat menyerahkan aset tersebut kepada Dewan Pengurus Korpri Nasional, yang selanjutnya menyerahkan kepada Yayasan Korpri sebagai modal kerja untuk meningkatkan kesejahteraan PNS.

Pengurus Yayasan Korpri saat itu adalah ex officio Dewan Pengurus Nasional Korpri.
Selanjutnya pada tahun 1990 - 1999 Yayasan Korpri merubah kepemilikan aset tersebut menjadi milik Yayasan dengan merubah AD/ART, dimana seluruh pengurusnya adalah ex officio DPP Lorpri menjadi kepengurusan yang bersifat individual. Akibatnya hubungan Yayasan Korpri dengan Dewan Pengurus Nasional Korpri tidak ada lagi. Secara otomatis ast tersbut beralih menjadi milik pribadi oleh Yayasan.

Secara tidak langsung masalah ini tidak dapat dituntaslan terkait kepemilikan aset milik negara tersebut, karena diduga ada rasa solidaritas antar pengurus.
Nilai aset milik negara yang diduga telah disalahgunakan oleh pengurusnya sekitar Rp3 triliun. Kasus ini sendiri telah ditangani oleh BPKP.

Aset Negara
Aset milik negara ini berupa tanah yang terletak di Yogyakarta, Denpasar (Bali), Makasar (Sulawesi Selatan), Bandung (Jawa Barat), dan Jakarta. Tanah milk negara tersebut telah bersertifikat.
Pihak Korpri sudah berkali-kali mengupayakan agar kelima aset tersebut dapat dikembalikan secara kekeluargaan namun mengalami jalan buntu karena Yayasan Korpri tetap bertahan untuk menguasai aset tersebut.

Hasil audit yang dilakukan BPKP berpendapat bahwa aset dimaksud dapat dinyatakan sebagai aset

Tags: hukum
Redaksi

Penulis: Redaksi

KANTOR REDAKSI

 

 

 


Graha Perwira, Gd. Gajah Blok AQ
Jl. Dr. Saharjo No. 111 Jakarta Selatan


Iklan Tengah Detail Foto Berita 665x140px

Berita Terkait

Form Komentar



Masukan 6 kode diatas :

huruf tidak ke baca? klik disini refresh


Komentar Via Facebook


Profil LIRANEWS.COM

Dewan Pengarah :  Mayjen TNI (Purn) Arief Siregar, SH, MH, M.Sc • Mayjen TNI (Purn) Zulfahmi Rizal, M.Sc • Dr. H. Syahrial Yusuf, SE, MM • Prof, Dr, Ir, Marsudi W. Kisworo, M.Sc • Prof, Dr, Ahmad Mubarok Dewan Redaksi :  Drs. HM. Jusuf Rizal, SE, M.Si • M Husnie • Mustaqin Ishak • Ahmad Hadariy, S.Ag Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi : Indra Lesmana Wakil Pemimpin Redaksi : M. [...]

Facebook

Twitter