AHLI WARIS DAN SANTRI JAGA KETAT LOKASI SENGKETA

AHLI WARIS DAN SANTRI JAGA KETAT LOKASI SENGKETA

Maros, LiraNews.com - Ahli Waris H. Kadir Bin Rani, H. Side Bin Rani dan H. Musi bersama ribuan santri dan orang tua santri Pondok Pesantren Raudhaturrasyidin DDI Cambalagi, menggelar aksi siaga satu menghadapi rencana eksekusi lahan/empang oleh Pengadilan Negeri Maros di Kampung Cambalagi, Desa Tupabbiring, kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan, Sabtu (20/1/2018).

Koordinator Forum Maros Bersatu, "Tolak Eksekusi Cambalagi, Abrar Rahman dalam orasinya menegaskan bahwa berkumpulnya ribuan orang sebagai bentuk dukungan moral dan psikologis dalam membela kebenaran, mencari keadilan demi mempertahankan hak masyarakat cambalagi atas tanahnya.

Begitu mendengar kabar rencana eksekusi, spontan mereka semua berbondong-bondong datang dan berkumpul dengan membawa senjata tajam berupa parang, badik, bambu runcing, tombak, panah bahkan busur sebagai senjata perlawanan terakhir jika eksekusi tetap di lakukan oleh PN Maros.

"Kami siap menghadang dan menghalau upaya eksekusi itu, apapun konsekwensinya, walaupun nyawa kami jadi taruhannya, karena keyakinan kami sebagai ummat Islam bahwa perjuangan ini adalah jihad yang benar di jalan Allah SWT yaitu mempertahankan tanah kami yang sah," tandas Ketua GP Ansor Kabupaten Maros ini.

Abrar menambahkan, sejak hari rabu kemarin sampai waktu yang belum ditentukan batasnya, warga secara suka rela telah membuat posko-posko yang dijaga ketat selama 24 jam, mengantisipasi jika ada eksekusi ataupun penyusup yang akan melakukan provokasi sehingga memperkeruh keadaan.

Secara kronologis, terang Barat, kasus ini bermula pada tahun 2000, penggugat dalam hal ini Yunus Sattar dkk, mulai menggugat Ahli Waris Alm. H. Nurung kadir. dkk ke Pengadilan Negeri Maros berupa tanah/empang seluas 35 Ha, yang diklaim miliknya dengan mengajukan batas-batas antara lain, sebelah utara berbatasan dengan sungai, sebelah timur berbatasan dengan sungai/empang milik Bayang dan Kaluku, sebelah selatan berbatasan dengan sungai dan barat berbatasan dengan sungai.

Ketika itu Hakim PN Maros sebelum memutuskan perkara ini, terlebih dahulu melakukan pemeriksaan setempat dan akhirnya kemudian memutuskan gugatan penggugat ditolak, karena tidak jelasnya bukti-bukti kepemilikan yang diajukan penggugat (Yunus Sattar dkk) serta tidak jelasnya batas-batas yang diajukan," terang Abrar.

Pada tahun 2007, Yunus Sattar dkk kembali menggugat di PN Maros dengan bukti-bukti yang sama yang diajukan di tahun 2000 atau dengan kata lain tidak ada bukti baru yang diajukan didepan persidangan, namun anehnya Hakim PN Maros waktu itu langsung memutuskan memena

Tags:
Redaksi

Penulis: Redaksi

KANTOR REDAKSI :
Graha Perwira, Gd. Gajah Blok AQ
Jl. Dr. Saharjo No. 111 Jakarta Selatan


Iklan Tengah Detail Foto Berita 665x140px

Berita Terkait

Form Komentar



Masukan 6 kode diatas :

huruf tidak ke baca? klik disini refresh


Komentar Via Facebook


Profil LIRANEWS.COM

Dewan Pengarah : Mayjen TNI (Purn) Arief Siregar, SH, MH, M.Sc • Mayjen TNI (Purn) Zulfahmi Rizal, M.Sc • Dr. H. Syahrial Yusuf, SE, MM • Prof, Dr, Ir, Marsudi W. Kisworo, M.Sc • Prof, Dr, Ahmad Mubarok Dewan Redaksi : Drs. HM. Jusuf Rizal, SE, M.Si • M Husnie • Mustaqin Ishak Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi :Drs. HM. Jusuf Rizal, SE, M.Si Wakil Pemimpin Redaksi :M. [...]

Facebook

Twitter