SAMSAT KOTA DEPOK SARAT PUNGLI, MAKI: SANGAT FANTASTIS CAPAI RP30 MILIAR

SAMSAT  KOTA DEPOK SARAT PUNGLI, MAKI: SANGAT FANTASTIS CAPAI RP30 MILIAR

Depok, LiraNews.com --Satuan Pelayanan Satu Atap (Samsat)  merupakan tempat pembayaran pajak kendaraan bermotor yang setiap harinya ramai di datangi wajib pajak kendaraan bermotor. Saat ini, secara kontinu, Polri tengah gencar memberantas pungutan liar. Pungli marak dilakukan khususnya di bagian pelayanan publik seperti pelayanan, STNK dan BPKB.

Ketua Masyarakat Anti Korupsi ( MAKI) Boyamin Saiman mengatakan operasi pemberantasan pungli (OPP) di Kementerian Perhubungan (Kemenhub) hasilnya tidak sebanding dengan anggaran yang dikeluarkan.
Menurut Boyamin, tugas Polrilah untuk serius dalam memerangi pungutan liar (pungli), khususnya mengulik penerbitan dan pemberian Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) kendaraan baru.

"Saya hitung untuk DKI Jakarta saja, pungli disana (Samsat) sangat fantastis capai Rp 30 miliar. Kalau yang kemarin (Kemenhub) maksimal cuma Rp 1 miliar," paparnya.

Berkait dengan itu, lanjutnya, sangat di sayangkan apabila pelayanan publik ini harus dikotori oknum petugas yang meminta pungutan di luar pendapatan negara bukan pajak (PNBP).

Dia mengungkapkan, pungutan itu terjadi di Samsat Kota Depok, yang meliputi cek fisik kendaraan sebesar Rp. 30.000 untuk setiap kendaraan yang ganti kaleng (pajak 5 th), kendaraan yang balik nama maupun mutasi keluar dan masuk di samsat kota depok.Pungutan juga terjadi i di loket Tata Usaha.

Petugas juga meminta acc BPKB kepada wajib pajak yang tidak membawa BPKB di saat membayar pajak sebesar Rp. 30.000. Dan di tempat loket mutasi kendaraan bermotor juga terjadi pungutan.

Menurut ketentuan  yang resmi, dalam Penerbitan surat mutasi ke luar daerah, untuk kendaraan roda dua atau tiga, dari Rp 75 ribu menjadi Rp 150 ribu. Sementara per bulan surat mutasi untuk kendaraan roda empat atau lebih dari semula Rp 75 ribu menjadi Rp 250 ribu.

Sedangkan petugas loket di Tata Usaha Samsat Kota Depok ini meminta Rp. 450.000,- sampai Rp. 600.000,- bahkan ada salah satu wajib pajak diminta 900 ribu, dgn dalih prosesnya dipercapat.

Berikut daftar tarif resmi PNBP di kepolisian:

1. Penerbitan STNK baru dan perpanjangan untuk motor atau roda tiga dari sebelumnya Rp 50 ribu menjadi Rp 100 ribu. Sedangkan biaya penerbitan STNK roda empat atau lebih, baru dan perpanjangan dari semula Rp 75 ribu menjadi 200 ribu.

2. Pengesahan STNK roda dua atau roda tiga dari gratis menjadi Rp 25 ribu. Sedangkan untuk pengesahan STNK roda empat atau lebih sebesar Rp 50 ribu.

3. Penerbitan STCK untuk roda dua atau roda tiga tidak mengalami perubahan, yakn

Tags:
Redaksi

Penulis: Redaksi

KANTOR REDAKSI :
Graha Perwira, Gd. Gajah Blok AQ
Jl. Dr. Saharjo No. 111 Jakarta Selatan


Iklan Tengah Detail Foto Berita 665x140px

Berita Terkait

Form Komentar



Masukan 6 kode diatas :

huruf tidak ke baca? klik disini refresh


Komentar Via Facebook


Profil LIRANEWS.COM

Dewan Pengarah : Mayjen TNI (Purn) Arief Siregar, SH, MH, M.Sc • Mayjen TNI (Purn) Zulfahmi Rizal, M.Sc • Dr. H. Syahrial Yusuf, SE, MM • Prof, Dr, Ir, Marsudi W. Kisworo, M.Sc • Prof, Dr, Ahmad Mubarok Dewan Redaksi : Drs. HM. Jusuf Rizal, SE, M.Si • M Husnie • Mustaqin Ishak Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi :Drs. HM. Jusuf Rizal, SE, M.Si Wakil Pemimpin Redaksi :M. [...]

Facebook

Twitter