PEMILU KEPALA DAERAH (PILKADA): PERBEDAAN ANTARA MANAJEMEN POLITIK & MANAJEMEN MURNI

PEMILU KEPALA DAERAH (PILKADA): PERBEDAAN ANTARA MANAJEMEN POLITIK & MANAJEMEN MURNI

Jakarta, LiraNews.com --Dalam manajemen, dikenal suatu fungsi yang meskipun dianggap usang tetapi tetap efektif untuk digunakan sebagai pisau analisa. Yakni, Planning, Organizing, Actuating & Controlling.

Planning, perencanaan. Ini merupakan aspek awal yang mendasari bangunan dari manajemen itu sendiri.

Organizing, fase ini adalah pembagian tugas dari tim untuk mempermudah mencapai tujuan.

Actuating, fase ini hakekatnya terpenting dari fungsi manajemen. Yakni bagaimana menggerakan tim meraih sasaran.

Sedangkan Controlling, pengawasan yang memastikan roda manajemen bergerak sesuai prosedur standar gerak.

Dikaitkan dengan politik, terutama pilkada. Para calon pimpinan daerah secara terang benderang baik disadari maupun tidak oleh pelakunya, sudah menggunakan keempat fungsi manajemen tersebut.

Yang menarik, saya lebih melihat fase actuating atau bagaimana menggerakkan sumber daya baik manusia maupun finansial dalam merebut tujuan. Sebut saja fase ini adalah fase pengaktifan.

Terkait pilkada, mengingat definisi manajemen secara awam lazim sebagai “seni untuk mendapatkan sesuatu melalui tangan orang lain”, maka para calon kontestan, ibarat burung Merak yang tengah berlibido tinggi memekarkan bulu bulunya seindah mungkin, melakukan manuver manuver yang beragam style dengan konsentrasi penuh untuk mengaktifkan mesin kampanyenya untuk meraih tujuan.

Di politik, biasanya pengaktifan orang lain -yang biasanya disebut dengan massa- dilakukan melalui janji janji politik, bahkan kata Nikita Kruschshev, politis Rusia  1894-1971 “Politisi itu semuanya sama. Mereka berjanji membangun jembatan meskipun sebenarnya tidak ada sungai di sana.”

Jelas, pengaktifan massa seperti itu sangat tidak mendidik masyarakat. Mungkin sesama kontestan politik, janji janji politik dianggap sesuatu yang “tidak dalam” namun ditataran grassroot pendukung, pernyataan pernyataan dari para kontestan bak merupakan sabda pandita ratu yang mereka akan pegang teguh. Dan akan jadikan driven bagi mereka untuk menjadikan calon pemimpinnya memperoleh suara terbanyak.

Sekilas terlihat wajar, namun apabila dilihat secara “lebih dalam”, manajemen biasa dengan manajemen politik ada jurang pembeda. Manajemen politik, dalam fase actuating nya, ada unsur pengelabuan massa. Dan ini yang membuat orang orang manajemen murni atau profesional seolah selalu menjaga jarak dengan proses proses politik pra

Tags:
Redaksi

Penulis: Redaksi

KANTOR REDAKSI :
Graha Perwira, Gd. Gajah Blok AQ
Jl. Dr. Saharjo No. 111 Jakarta Selatan


Iklan Tengah Detail Foto Berita 665x140px

Berita Terkait

Form Komentar



Masukan 6 kode diatas :

huruf tidak ke baca? klik disini refresh


Komentar Via Facebook


Profil LIRANEWS.COM

Dewan Pengarah : Mayjen TNI (Purn) Arief Siregar, SH, MH, M.Sc • Mayjen TNI (Purn) Zulfahmi Rizal, M.Sc • Dr. H. Syahrial Yusuf, SE, MM • Prof, Dr, Ir, Marsudi W. Kisworo, M.Sc • Prof, Dr, Ahmad Mubarok Dewan Redaksi : Drs. HM. Jusuf Rizal, SE, M.Si • M Husnie • Mustaqin Ishak Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi :Drs. HM. Jusuf Rizal, SE, M.Si Wakil Pemimpin Redaksi :M. [...]

Facebook

Twitter