PUSHAMI: POLISI SALAH SASARAN DAN TIDAK CERMAT PIDANAKAN ANGGOTA FPI

PUSHAMI: POLISI SALAH SASARAN DAN TIDAK CERMAT PIDANAKAN ANGGOTA FPI

akarta, LiraNews.com --Pada hari Rabu, 27 Desember 2017 sekitar pukul 09.00 WIB salah seorang warga Jatibening Baru mendatangi sebuah toko obat yang diduga tak berizin yang diduga berjualan di lokasi yang merupakan tanah milik negara di sekitar Jatibening, Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat.

Disitu warga tadi membeli beberapa pil diduga lexotan, tramadol dll senilai Rp.50,000,-.
Kemudian warga tadi pergi ke tempat tidak jauh dari situ (+/- 200 m) untuk bertemu warga lainnya dan anggota FPI yang sudah berkumpul dan melaporkan hasil pembelian tadi.

Merasa sudah cukup bukti, warga dan anggota FPI menghubungi Polsek Pondok Gede bekasi untuk melaporkan hal ini. Namun pihak Polsek Pondok Gede menurut keterangan beberapa anggota FPI tidak bisa langsung menindak dengan alasan sedang ada pengamanan lewatnya RI 1.

Sejurus kemudian warga dan anggota FPI mendatangi toko obat dimaksud tadi untuk menegur dan mengklarifikasi atas tindakan toko obat yang berjualan tanpa izin obat obat keras kategori G (lexotan,dextro dll). Bahkan, ditemukan pula obat-obatan kadaluarsa. Hal ini tentu sangat meresahkan masyarakat. Sebab sudah menjadi rahasia umum obat keras seperi lexotan kerap disalahgunakan remaja atau pemuda untuk mabuk, hingga menjadi sumber terjadinya beberapa tindakan kriminal di lingkungan tersebut.

"Demikian pula, obat-obatan anak yang kadaluarsa masih saja dijual, ini bisa membahayakan kesehatan dan nyawa seseorang," ujar Aziz Yanuar P, S.H.,M.H.,M.M dari Bantuan Hukum Front & Pusat Asasi Muslim Indonesia (PUSHAMI).

Setelah tiba di lokasi TKP sekitar pukul 11.00 WIB, sekitar 20 meter ada beberapa anggota Polsek Pondok Gede yang sedang melakukan pengamanan lewatnya RI 1 di tol (pengamanan di atas jalan tol/jembatan). Anggota Polsek Pondok Gede dan Provost melihat serta mengetahui ada warga dan anggota FPI yang sedang menegur dan klarifikasi terhadap toko obat dimaksud.

Tidak lama kemudian datanglah pemilik toko obat tadi dan dihampiri pula oleh anggota Provost Polri beserta anggota Polsek Pondok Gede. Di situ saudara Boy Giadria (yang sekarang ditahan) meminta penjual toko obat tanda tangan diatas materai untuk tidak lagi berjualan obat kadaluarsa dan obat keras kategori G itu lagi. Kemudian anggota Polsek Pondok Gede melakukan penyitaan obat-obatan dimaksud dan membawa penjual ke Polsek Pondok Gede.

Saat itu juga warga yang membeli obat obatan senilai Rp 50,000,- di toko tadi membuang obat-obatan yang dibelinya, dengan memasukan ke dalam ember yang berisi air.

"Jadi tidak ada kaitannya pengerusakan obat yang dibeli seorang

Tags:
Redaksi

Penulis: Redaksi

KANTOR REDAKSI :
Graha Perwira, Gd. Gajah Blok AQ
Jl. Dr. Saharjo No. 111 Jakarta Selatan


Iklan Tengah Detail Foto Berita 665x140px

Berita Terkait

Form Komentar



Masukan 6 kode diatas :

huruf tidak ke baca? klik disini refresh


Komentar Via Facebook


Profil LIRANEWS.COM

Dewan Pengarah : Mayjen TNI (Purn) Arief Siregar, SH, MH, M.Sc • Mayjen TNI (Purn) Zulfahmi Rizal, M.Sc • Dr. H. Syahrial Yusuf, SE, MM • Prof, Dr, Ir, Marsudi W. Kisworo, M.Sc • Prof, Dr, Ahmad Mubarok Dewan Redaksi : Drs. HM. Jusuf Rizal, SE, M.Si • M Husnie • Mustaqin Ishak Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi :Drs. HM. Jusuf Rizal, SE, M.Si Wakil Pemimpin Redaksi :M. [...]

Facebook

Twitter