PT HTI GORUT DISINYALIR SENGSARAKAN RAKYAT, ILEGAL LOGING MERAJALELA DIKANGKANGI APARAT?

PT HTI GORUT DISINYALIR SENGSARAKAN RAKYAT, ILEGAL LOGING MERAJALELA DIKANGKANGI APARAT?

Gorontalo, LiraNews.com - Tanah Negara di larang merusak hutan lahan sekitar pinggir sungai kiri kanan 50 meter. Dari pinggir sungai utamanya gunung kemiringan 50 derajad dilarang masuk atau memanfaatkan.

Barang siapa dengan sengaja masuk apalagi merusak hutan, maka akan mendapat ancaman hukuman penjara dapat di pidana melanggar pasal 167 KUHP dapat dihukum 9 bulan penjara.

Kemudian pasal 389 KUHP dapat dihukum 2 tahun 8 bulan penjara dan pasal 561KUHP dapat didenda 500 juta karena berdampak pada kerusakan lingkungan khusus proyek Embung yang di bangun Kementrian PU dan Kimpraswil Satker Balai Wilayah Sungai Sulawesi ll Gorontalo di hulu sungai Hulawa Tolango.

Sebab proyek ini bermanfaat untuk dapat mencegah sedimentasi, erosi tobing sungai utamanya untuk dapat mengantisipasi serta mencegah adanya terjadi banjir.

Olehnya dilarang menebang pohon dipinggir sungai 50 meter dari tepi sungai tapi nyatanya ditepi sungai tersebut sebagian besar telah menjadi kebun petani.

Bahkan sungguh sangat ironis sebagian tepi sungai dan gunung kemiringan diatas 50 derajat pohon pohon telah dibabat habis. Oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab membuat sebagian besar lahan tersebut menjadi kebun rakyat.

Bahkan sungguh sangat ironis, sebagian besar gunung-gunung dipinggir sungai Kabupaten Gorut sudah dimonopoli, diambil oleh sebuah perusahaan dan sudah di tanam pohon Sengon secara paksa oleh PT HTI (Hutan Tanaman Industri), salah satu perusahaan raksasa dari pusat yang berinfestasi MOU dengan Pemkab Gorut.

Sehingga realitanya rakyat miskin semakin menderita bahkan sungguh sangat memprihatinkan saat ini. Selain lahan pertanian rakyat diambil secara paksa, juga tanaman milik petani digusur, dirusak secara paksa dengan cara otoriter.

Digusur dengan menggunakan alat berat Boeldoser. Ironisnya lagi, selain lahan tanah milik rakyat telah diambil perusahaan, juga tanaman mereka dimusnakan, rakyatpun dianiaya oleh oknum aparat sebagai kaki tangan diperalat oleh perusahaan.

Seperti yang di alami istri seorang jurnalistik Yusup Napu tetap menuntut keadilan ketika dianiaya oknum aparat yang terjadi beberapa waktu lalu di Gunung Olobua karena mempetahankan haknya namun jadi korban penganiayaan. Proses kasus penganiayaan tersebut hingga kini dipetieskan aparat.

"Yah, namanya rakyat, apa daya tangan tak sampai. Semoga Allah melindungi yang lemah," tutur Yusup Napu dengan wajah terlihat pasrah belum lama ini.

Selain kasus pengerusakan hutan yang semakin parah, juga pembalakan liar di Kabupaten Gorut merajalela.
Pembalakan itu

Tags:
Redaksi

Penulis: Redaksi

KANTOR REDAKSI :
Graha Perwira, Gd. Gajah Blok AQ
Jl. Dr. Saharjo No. 111 Jakarta Selatan


Iklan Tengah Detail Foto Berita 665x140px

Berita Terkait

Form Komentar



Masukan 6 kode diatas :

huruf tidak ke baca? klik disini refresh


Komentar Via Facebook


Profil LIRANEWS.COM

Dewan Pengarah : Mayjen TNI (Purn) Arief Siregar, SH, MH, M.Sc • Mayjen TNI (Purn) Zulfahmi Rizal, M.Sc • Dr. H. Syahrial Yusuf, SE, MM • Prof, Dr, Ir, Marsudi W. Kisworo, M.Sc • Prof, Dr, Ahmad Mubarok Dewan Redaksi : Drs. HM. Jusuf Rizal, SE, M.Si • M Husnie • Mustaqin Ishak Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi :Drs. HM. Jusuf Rizal, SE, M.Si Wakil Pemimpin Redaksi :M. [...]

Facebook

Twitter