BERAPA RIBU KALI LAGI KAMI HARUS MENGULANGI?

BERAPA RIBU KALI LAGI KAMI HARUS MENGULANGI?

Jakarta, LiraNews.com - Sudah beribu-ribu kali kami bilang, bahwa siapapun yang memimpin negeri ini, selama SISTEM yang diterapkan adalah kapitalisme dan demokrasi, maka kebijakan pasti tidak akan pernah berubah. Semua subsidi, termasuk BBM, pasti akan dikurangi sampai mengikuti harga internasional, layanan kesehatan dan pendidikan juga akan diserahkan ke mekanisme pasar, privatisasi akan terus dilakukan sampai negara tidak punya apa-apa lagi, sumber daya alam akan diberikan kepada para pemilik modal besar (kapitalis), baik lokal maupun asing, dan lain sebagainya. Itulah kapitalisme.

Siapapun yang memimpin, kapitalisme tidak akan pernah berubah, ia akan tetap kapitalisme. Meskipun yang memimpin orang bergelar KH, Profesor Doktor, Insinyur, Jendral, Pengusaha, Ibu Rumah Tangga, Wong Ndeso, atau siapapun, kapitalisme tidak akan pernah berubah. Kalaupun ada yang tampak berubah, itu hanya kulitnya saja. Permukaannya saja. Namun, substansinya tidak akan berubah. Gaya para pemimpin memang berbeda-beda dan berubah-ubah. Ada yang pidatonya berapi-api, kalem dan santun, teratur dan berirama, membaca teks, ceplas-ceplos dan lain-lain. Tetapi kebijakan yang diambil sama saja, yakni mengikuti mekanisme pasar bebas, tanpa peduli nasib rakyat yang dipimpinnya. Penampilan para pemimpin memang berubah, ada yang gagah perkasa, ada yang seperti orang sholeh, ada yang feminim, ada yang lugu dan berwajah ndeso, dan lain-lain, tetapi pikiran mereka sama, yakni sama-sama menghamba pada kapitalisme. Akibatnya, kebijakan mereka selalu sama, yaitu menyengsarakan rakyat dan menolak syariah.

Namun, sayangnya kejadian selalu berulang dan berulang. Kita tak pernah dapat mengambil pelajaran. Kita selalu mengelu-elukan pemimpin baru, setelah itu kita kecewa berat. Namun, setelah lima tahun, kita kembali mengelu-elukan pemimpin yang baru lagi, setelah itu kecewa lagi, dan seterusnya. Kita selalu mengatakan bahwa “harapan kita tinggal satu, yaitu pemimpin yang baru ini”, namun pernyataan tersebut kita ulangi lagi lima tahun berikutnya, sepuluh tahun berikutnya, dan seterusnya. Kita selalu mengawali dengan salam satu jari, dua jari, dan seterusnya dengan penuh optimisme, setelah itu selalu gigit jari. Kita tidak pernah melihat dengan jeli inti masalah yang dihadapi oleh umat dan masyarakat, kita begitu mudah dibuai oleh retorika dan pencitraan. Kita tak pernah berani dengan jujur, bahwa masalah kita adalah “sistem yang diterapkan atau aturan main yang berlaku”, tetapi kita terlalu menyederhanakan bahwa masalah kita hanya masalah “orang”.

Kami mengatakan itu,

Tags:
Redaksi

Penulis: Redaksi

KANTOR REDAKSI :
Graha Perwira, Gd. Gajah Blok AQ
Jl. Dr. Saharjo No. 111 Jakarta Selatan


Iklan Tengah Detail Foto Berita 665x140px

Berita Terkait

Form Komentar



Masukan 6 kode diatas :

huruf tidak ke baca? klik disini refresh


Komentar Via Facebook


Profil LIRANEWS.COM

Dewan Pengarah : Mayjen TNI (Purn) Arief Siregar, SH, MH, M.Sc • Mayjen TNI (Purn) Zulfahmi Rizal, M.Sc • Dr. H. Syahrial Yusuf, SE, MM • Prof, Dr, Ir, Marsudi W. Kisworo, M.Sc • Prof, Dr, Ahmad Mubarok Dewan Redaksi : Drs. HM. Jusuf Rizal, SE, M.Si • M Husnie • Mustaqin Ishak Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi :Drs. HM. Jusuf Rizal, SE, M.Si Wakil Pemimpin Redaksi :M. [...]

Facebook

Twitter