MEGAWATI OVER JUMAWA HINGGA LUPA PESAN SANG AYAH

MEGAWATI OVER JUMAWA HINGGA LUPA PESAN SANG AYAH

Jakarta, LiraNews.com - Saya beragama islam dan saya juga selaku soekarnois (orang yang berpegang teguh terhadap ajaran bung karno), hari ini saya sedih nama besar sang ayah di contreng oleh anak biologisnya sendiri.

Betapa tidak, yang mulia Soekarno adalah seorang agamais yang mana berpegang teguh pada prisinsipnya bahwa Agama & Negara adalah dua sisi yang sulit di lepas pisahkan.

Ibu Mega boleh jumawa namun saya katakan bahwasannya nama besar ibu megawati karena bertopeng di balik nama besar sang ayah paduka kita bapak revolusi Soekarno.

Ucapan mega benar benar membuat aku sedih aku boleh berteriak dengan lantang dan tegas boleh kemana saja aku pergi namun ajaran ideologis paduka Soekarno tetap terpatri dalam sanubari.

Ibu megawati aku ragu padamu tentang kecintaanmu terhadap bangsa ini, mencintai bangsa ini maka tak perlu memecah bela persatuan bangsa ini, ucapan ibu benar benar membuat aku sedih bahwa "PDIP tidak takut kehilangan suara pemilih umat islam" semoga ini tidak benar dan jika benar semoga ibu cepat sadar, ucapan ibu benar benar menimbulkan intabilitas politik karena mengandung sentiment agama.

Ibu Mega jika itu ucapanmu benar, aku ragu padamu tentang prinsip dirimu yang selalu berkata bahwa aku anak Soekarno. Namun pada nyatanya ajaran ajaran paduka bung karno kamu sendirilah yang melanggarnya.

Bapak revolusi Soekarno bukan musuh umat islam karena beliau tidak pernah memusuhi islam bahkan beliau adalah salah satu dari jutaan umat islam yang peduli tehadap islam ibu megawati yang terhormat.

Bukti kecintaan Paduka Soekarno pada islam begitu banyak sampai sampai para ulama dan para tokoh tokoh bangsa ini di tantang komitmentnya oleh yang mulia Soekarno pada sidang BPUPKI "Kita berkata, 90% dari pada kita beragama Islam, tetapi lihatlah dalam sidang ini, berapa persen yang memberikan suaranya kepada Islam? Maaf seribu maaf, saya tanya hal itu! Bagi saya hal itu adalah satu bukti, bahwa Islam belum hidup sehidup-hidupnya di dalam kalangan rakyat…” (Soekarno, dalam sidang BPUPK, 1 Juni 1945).

Ibu Mega yang tehormat perlu ibu ketahui, betapa realistisnya Paduka Soekarno perlu diakui, dan ketika Ia menyampaikan, bahwa "Islam belumlah benar-benar hidup dalam jiwa rakyat" sejatinya ia sedang memberi peringatan kepada umat Islam, termasuk dirinya sendiri bahwasannya negara Indonesia & umat Islam tak boleh dilepas pisahkan.

Ibu Megawati yang saya hormati, disaat yang mulia bung karno dilemah dalam tekanan mental mencintai agamanya ataukah mengahancurkan Indonesia, dengan bijak konsep NASAK

Tags:
Redaksi

Penulis: Redaksi

KANTOR REDAKSI :
Graha Perwira, Gd. Gajah Blok AQ
Jl. Dr. Saharjo No. 111 Jakarta Selatan


Iklan Tengah Detail Foto Berita 665x140px

Berita Terkait

Form Komentar



Masukan 6 kode diatas :

huruf tidak ke baca? klik disini refresh


Komentar Via Facebook


Profil LIRANEWS.COM

Dewan Pengarah : Mayjen TNI (Purn) Arief Siregar, SH, MH, M.Sc • Mayjen TNI (Purn) Zulfahmi Rizal, M.Sc • Dr. H. Syahrial Yusuf, SE, MM • Prof, Dr, Ir, Marsudi W. Kisworo, M.Sc • Prof, Dr, Ahmad Mubarok Dewan Redaksi : Drs. HM. Jusuf Rizal, SE, M.Si • M Husnie • Mustaqin Ishak Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi :Drs. HM. Jusuf Rizal, SE, M.Si Wakil Pemimpin Redaksi :M. [...]

Facebook

Twitter