PENELITI MELIHAT ADA KEJANGGALAN PEMBANGUNAN PULAU REKLAMASI

PENELITI MELIHAT ADA KEJANGGALAN PEMBANGUNAN PULAU REKLAMASI

Jakarta, LiraNews.com – Pembangunan pulau reklamasi di Jakarta dinilai ada kejanggalan, karena belum mendapat izin namun pembangunan masih berjalan terus.

Hal ini disampaikan peneliti Brainware Institute, Taufiq Bahaudin ketika menjadi pembicara dalam diskusi “Kedaulatan Negara Pasca Reformasi” di Universitas Indonesia (UI), beberapa waktu lalu.

Dia melihat kejanggalan tersebut terkait izinnya belum keluar udah boleh dibangun. Bahkan kejanggalan itu terlihat dari mimik wajah pejabat pendukung reklamasi yang diwawancarai semua mukanya tegang.

“Itu pasti ada yang diumpetin. Kalau ada yang aneh, pasti ada yang tidak beres,” ujarnya.

Saat ini, katanya, banyak pejabat yang harus diperbaiki sikapnya. Menurutnya, yang dibenahi adalah cara berpikir, kecerdasan spiritual, jujur, jangan bohongi publik.

Ia menegaskan, pejabat yang pagi ngomong “kedelai” sore ngomong “tempe” harus ditinggalkan oleh masyarakat.

“Anda pejabat, jangan dilihat yang enaknya. Kalau orang pagi ngomong tempe, sore kedele, lupain. Anda silahkan cek, berapa banyak pejabat yang seperti itu,” pungkasnya. LN-JMP

    Tags:
    Redaksi

    Penulis: Redaksi

    KANTOR REDAKSI :
    Graha Perwira, Gd. Gajah Blok AQ
    Jl. Dr. Saharjo No. 111 Jakarta Selatan


    Iklan Tengah Detail Foto Berita 665x140px

    Berita Terkait

    Form Komentar



    Masukan 6 kode diatas :

    huruf tidak ke baca? klik disini refresh


    Komentar Via Facebook


    Profil LIRANEWS.COM

    LiraNews adalah media online Indonesia yang menyajikan berita terbaru di seluruh indonesia , kebanyakan media online di bangun dari perusahaan besar atau di bangun oleh orang-orang media , Tetapi kami adalah sekumpulan mahasiswa Perguruan tinggi di Jakarta yang senang dengan dunia internet . LiraNews bukanlah yang pertama bergerak di bidang media portal online , Tetapi kami yakin akan senantiasa memberikan yang terbaik untuk [...]

    Facebook

    Twitter