PRESIDEN: PENJUALAN TOKO RITEL MENURUN KARENA POLA BELANJA MASYARAKAT KE E-COMMERCE

PRESIDEN: PENJUALAN TOKO RITEL MENURUN KARENA POLA BELANJA MASYARAKAT KE E-COMMERCE

Jakarta, LiraNews.com – Saat ini Indonesia telah mendapatkan pengakuan dari berbagai lembaga pemeringkatan dunia terkait dengan kemudahan berusaha dan investasi.

“Hal ini seharusnya membuat dunia usaha percaya terhadap kestabilan kondisi ekonomi ‎Indonesia,” ujar Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Rakornas Kadin 2017 Jakarta, kemaren.

‎Untuk itu, Jokowi meminta para pengusaha untuk optimistis terhadap perekonomian Indonesia. Jika ada yang pesimistis, menurut dia, pengusaha tersebut bukan murni seorang pengusaha, tetapi “nyambi” sebagai politikus.

Menurut Presiden, kepercayaan itu sudah ada. Contohnya investment grade, ada Moddys, S&P. Kepercayaan lain, yakni kenaikan negara tujuan investasi dari 8 ke 4, serta EODB dari 120 sekarang 91.

“Kalau angka seperti ini diragukan, ini yang meragukan sebetulnya bukan dunia usaha, saya yakin ini orang politik. Atau politikus yang nyambi dengan dunia usaha. Ada apa gitu lho," kata Jokowi.

Dia mencontoh, belum lama ini tengah ramai soal isu mengenai daya beli masyarakat yang menurun, lantaran penjualan di toko-toko ritel menurun. Padahal menurut dia, yang terjadi bukan penurunan daya beli, melainkan perubahan pola belanja masyarakat ke e-commerce.

"Pak daya beli sekarang menurun, anjlok. Saya berikan angka. Coba saya ambil dari shifting dari offline ke online. Banyak orang yang ke situ. Kalau ada toko tutup ya karena ini salahnya enggak ikuti zaman. Jasa kurir naik 130 persen, di akhir September ini. Angka ini didapat dari mana? Ya kita cek. JNE cek, kantor pos cek. Saya juga orang lapangan," jelas dia.

Jokowi menuturkan, dari data yang dimilikinya, berbagai sektor justru mengalami pertumbuhan. Sebagai contoh, sektor industri tumbuh 16,36 persen dibanding tahun lalu, sektor perdagangan naik 18,7 persen, ekspor dan harga komoditas di sektor pertambangan mulai merangkak dan pulih dengan naiknya 30,1 persen dan sektor pertanian meningkat 23 persen dibanding tahun lalu.

‎"Angka seperti ini kalau tidak disampaikan, isunya hanya daya beli turun. Saya lihatin siapa yang ngomong? Politik oh enggak apa. Kalau pengusaha murni saya ajak ngomong. Kalau orang politik memang tugasnya itu, membuat isu-isu untuk 2019. Sudah kita blak-blakan saja," pungkasnya. LN-DIT

    Tags:
    Redaksi

    Penulis: Redaksi

    KANTOR REDAKSI :
    Graha Perwira, Gd. Gajah Blok AQ
    Jl. Dr. Saharjo No. 111 Jakarta Selatan


    Iklan Tengah Detail Foto Berita 665x140px

    Berita Terkait

    Form Komentar



    Masukan 6 kode diatas :

    huruf tidak ke baca? klik disini refresh


    Komentar Via Facebook


    Profil LIRANEWS.COM

    LiraNews adalah media online Indonesia yang menyajikan berita terbaru di seluruh indonesia , kebanyakan media online di bangun dari perusahaan besar atau di bangun oleh orang-orang media , Tetapi kami adalah sekumpulan mahasiswa Perguruan tinggi di Jakarta yang senang dengan dunia internet . LiraNews bukanlah yang pertama bergerak di bidang media portal online , Tetapi kami yakin akan senantiasa memberikan yang terbaik untuk [...]

    Facebook

    Twitter