TANPA INTERVENSI KEKUASAAN, TAK MUNGKIN SETYA NOVANTO BEBAS SEBAGAI TERSANGKA KORUPSI E-KTP

TANPA INTERVENSI KEKUASAAN, TAK MUNGKIN SETYA NOVANTO BEBAS SEBAGAI TERSANGKA KORUPSI E-KTP

Jakarta, LiraNews.com - Di dalam jiwa yang lemah akan dikuasai oleh kuasa gelap, sebaliknya dengan jiwa yang kuat dan berkarakter akan dibimbing oleh kuasa terang untuk mencapai pembebasan. Tulisan ini akan meminjam metafora “kuasa” kehidupan yang ditulis di dalam Kitab Injil untuk menjelaskan realitas kehidupan bangsa kita saat ini.

Kuasa Terang versus Kuasa Gelap

Ada dua bentuk dan sifat dari kuasa yang senantiasa hadir dan bertempur dalam seluruh episode sejarah hingga akhir zaman, yaitu pertempuran antara kuasa terang melawan kuasa gelap, kuasa baik menghadapi kuasa jahat.

Dua bentuk dan sifat kuasa tersebut akan bertarung untuk menguasai jiwa dari kehidupan seluruh umat manusia, baik jiwa sebagai individu maupun jiwa sebagai sebuah bangsa.

Menurut para pakar demonologi (ilmu yang mempelajari tentang setan dan segala yang terkait dengannya), bahwa perbuatan atau kegiatan yang dipengaruhi oleh kuasa gelap sebenarnya ditujukan untuk dua motivasi: yaitu “untuk menghindari tujuan Allah terhadap penciptaan manusia dan untuk memperluas kerajaan Iblis”.

Karena itu dalam prakteknya kuasa gelap pasti dibentuk dan dibangun di atas sifat keserakahan, kemunafikan, penindasan dan penghisapan. Sementara kuasa terang senatiasa harus ditegakan di atas syarat-syarat yang sangat terjal, yaitu melalui medan pertarungan, pengorbanan, kesabaran, kejujuran dan keikhlasan.

Untuk mengatasi merajalelanya kuasa gelap, maka para nabi dan rasul diutus Tuhan untuk bertarung dan berkorban menegakan kuasa terang. Tak salah jika kitab-kitab Tuhan, dari Bhagawad ghita, Taurat, Zabur, Injil hingga al-Quran adalah kitab-kitab yang diwayukan Tuhan melalui medan pertarungan dan pengorbanan untuk menegakan kuasa terang.

Tak ada kitab agama yang lahir dari perenungan intelektual yang syarat metodelogi dan teori. Demikian juga, tak ada kitab agama yang ditulis dari hasil pertapaan untuk tujuan mengejar menjadi orang sakti dan suci secara pribadi.

Kuasa gelap atau kuasa jahat senantiasa hadir dalam bentuk yang senantiasa berubah,  menyesuaikan diri dengan perkembangan sebuah masyarakat. Terkadang kuasa terang sering kali terlambat dalam mengejar dan mengantisipasi revolusi perubahan bentuk dan metode dari kuasa kegelapan dalam memperluas kerajaannya.

Bahkan kuasa terang sering kali dikelabui oleh kuasa gelap yang tampil dalam bentuk dan sifat yang baru. Kuasa terang sering dijebak untuk melawan bentuk lama dari kuasa gelap yang telah musnah ditelah zaman. Di saat yang sama bentuk baru dari kuasa gelap le

Tags:
Redaksi

Penulis: Redaksi

KANTOR REDAKSI :
Graha Perwira, Gd. Gajah Blok AQ
Jl. Dr. Saharjo No. 111 Jakarta Selatan


Iklan Tengah Detail Foto Berita 665x140px

Berita Terkait

Form Komentar



Masukan 6 kode diatas :

huruf tidak ke baca? klik disini refresh


Komentar Via Facebook


Profil LIRANEWS.COM

LiraNews adalah media online Indonesia yang menyajikan berita terbaru di seluruh indonesia , kebanyakan media online di bangun dari perusahaan besar atau di bangun oleh orang-orang media , Tetapi kami adalah sekumpulan mahasiswa Perguruan tinggi di Jakarta yang senang dengan dunia internet . LiraNews bukanlah yang pertama bergerak di bidang media portal online , Tetapi kami yakin akan senantiasa memberikan yang terbaik untuk [...]

Facebook

Twitter