GANJIL, POLISI LAPORKAN KI GENDENG KARENA AKUN TWITTER

GANJIL, POLISI LAPORKAN KI GENDENG KARENA AKUN TWITTER

Jakarta, LiraNews.com - Gara-gara ada Video ajakan bangkit bagi pribumi militan, yang cinta NKRI, yang cinta Bhineka Tunggal. Ika untuk melawan Cinaisasi yang disuarakan oleh Ki Gendeng Pamungkas (KGP) akhirnya lelaki berusia 69 tahun ini harus meringkuk di LP Paledang, Bogor.

Video berdurasi 57detik ini  diviralkan di Face Book oleh KGP sendiri.

Pada Kamis (24/8) pagi sekitar pukul 10.45 pagi dilaksanakan Sidang kedua dengan agenda mendengarkan keterangan yang diberikan  oleh 5 orang saksi pelapor dari Polda Metro Jaya.

Menurut kelima saksi itu, apa yang temui di medsos mereka laporkan ke Pimpinan di Kanit V bagian Police Cyber Patrol. Begitu mekanisme kerja polisi yang kesemua bertugas di bagian Cyber Patrol.

Uniknya, kelima Polisi pelapor mengatakan, bahwa mereka menemukan video tersebut di Twitter. Padahal KGP tidak mempunyai akun Twitter, kecuali hanya FB saja.

Selain itu kasus pelaporan Polisi sebagai saksi kami nilai sangat ganjil meski ini adalah delik formal bukan delik aduan. Mengapa? Karena secara filosofis, kelima polisi ini tidak mengalami, merasakan emosi kejiwaan atas perbuatan yang dilakukan oleh KGP yang dituduhkan menyebarkan rasa kebencian (Pasal 156 KUHP) dan penghapusan diskriminasi ras dan etnis (UU no.40 Tahun 2008).

Seingat penulis saat pernah mendampingi KGP, 11 Mei 2017 sebagai Kuasa Hukum dalam Tim Pembela Hukum KGP  tidak ada nama dari Cina Keparat yang disebutkan oleh KGP.

Kami komparasi saat berdialog dengan Kompol James Hutajulu, Kanit V saat di ruangannya sekira tanggal 11/5/2017 pukul 14.14 siang, dimana salah satu pernyataannya, bahwa ujaran kemarahan, semisal "Polisi banyak yang brengsek...atau apapun istilahnya tidak bisa dibawa ke ranah hukum. Karena tidak ada menyebut nama tertentu," kata Kompol James Hutajulu.

Ide kami untuk lakukan Prapradilankan polisi ditolak oleh KGP. Bahkan untuk  laporkan ke kompolnas juga ditolak ybs.

Bagaimana kalau merasa ada kejanggalan dalam penanganan dan tidak cukup bukti?

Ancang-ancang untuk melapor ke MA dan Komisi Yudisial, termasuk Kompolnas dan IPW Neta S.Pane masih tahap pemikiran penulis.

Nampaknya, mesti ada tekanan publik yang kuat , karena KGP tidak pantas diadili saat ia bicara soal keadilan bagi pribumi.

Ia pejuang kaum pribumi yang solitaire, jauh sebelum gerakan Anti Diskriminasi Cina mengemuka saat ini.

Suta Widhya SH, Sekjen Front Pribumi

    Tags:
    Redaksi

    Penulis: Redaksi

    KANTOR REDAKSI :
    Graha Perwira, Gd. Gajah Blok AQ
    Jl. Dr. Saharjo No. 111 Jakarta Selatan


    Iklan Tengah Detail Foto Berita 665x140px

    Berita Terkait

    Form Komentar



    Masukan 6 kode diatas :

    huruf tidak ke baca? klik disini refresh


    Komentar Via Facebook


    Profil LIRANEWS.COM

    Dewan Pengarah : Mayjen TNI (Purn) Arief Siregar, SH, MH, M.Sc • Mayjen TNI (Purn) Zulfahmi Rizal, M.Sc • Dr. H. Syahrial Yusuf, SE, MM • Prof, Dr, Ir, Marsudi W. Kisworo, M.Sc • Prof, Dr, Ahmad Mubarok Dewan Redaksi : Drs. HM. Jusuf Rizal, SE, M.Si • M Husnie • Mustaqin Ishak Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi :Drs. HM. Jusuf Rizal, SE, M.Si Wakil Pemimpin Redaksi :M. [...]

    Facebook

    Twitter