LIRA INSTITUTE: WACANA KOTAK KOSONG PALOPO SULIT TERWUJUD

LIRA INSTITUTE: WACANA KOTAK KOSONG PALOPO SULIT TERWUJUD

Palopo, LiraNews.com -- Jelang pendaftaran bakal calon Wali Kota Palopo baik melalui jalur partai politik maupun perseorangan belakangan ini mulai merebak bak semerbak calon mempelai yang akan segera melangsungkan perkawinan.

Tak ayal segala persiapan dirampungkan mulai dari agenda pendekatan kepasangan hingga pada kendaraan yang akan digunakan, entah itu partai atau perseorangan lewat pengumpulan KTP.

Wacana petahana lawan kotak kosong membuat sejumlah tokoh yang digadang-gadang akan maju di kontestasi lima tahunan tersebut bersuara lantang menentang wacana itu.

Ada yang mengatakan hal itu sebagai lelucon pun ada juga menilai sebuah pencederaan demokrasi.

Berbeda lagi dengan pandangan Irsyad Djafar, yang berperan selaku pengamat politik dan hukum dari Lira Institute, sebuah lembaga otonom LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA), di Sulawesi Selatan.

Menurutnya isu yang tersebar luas di publik setidaknya sengaja dibuat untuk menjadi komsumsi tersendiri oleh sebagian tim bakal calon.

" Ini isu menarik yang menurut kami ada yang sengaja lempar ke ruang publik agar menjadi konsumsi calon lain atau timnya. Entah untuk sebuah pencitraan atau menjadikan sebagai pola mengukur lawan," ujarnya.

Namun yang pasti, di politik itu banyak hal bisa dijadikan seni mengelola isu namun perlu terukur sehingga tidak bias dan blunder.

Soal wacana lawan kotak kosong untuk skop Kota Palopo, Irsyad yang juga merupakan ketua Partai Swara Rakyat Indonesia (Parsindo) Luwu, menganggap mustahil sebab melihat potensi perseorangan bahkan kapasitas lawan dari petahana yang punya basis massa terukur.

" Wacana kotak kosong sulit terwujud, sebab calon penantang petahana mempunyai basis ril di minimal pesebaran ditambah lagi jumlah minimal syarat KTP kecil, yang tentunya penantang mampu mengantonginya dan maju lewat perseorangan," jelasnya.

Di Palopo untuk maju sesuai aturan itu minimal 11.788 KTP dengan pesebaran 50 persen atau minimal 5 kecamatan.

"Saya kira calon penantang yang pernah maju ataupun punya tim maupun basis ril di kelurahan, mampulah. Kan hanya sekitar 500 KTP perkelurahan dengan asumsi per kecamatan ada lima kelurahan digarap," pungkasnya. LN-IRD

    Tags:
    Redaksi

    Penulis: Redaksi

    KANTOR REDAKSI :
    Graha Perwira, Gd. Gajah Blok AQ
    Jl. Dr. Saharjo No. 111 Jakarta Selatan


    Iklan Tengah Detail Foto Berita 665x140px

    Berita Terkait

    Form Komentar



    Masukan 6 kode diatas :

    huruf tidak ke baca? klik disini refresh


    Komentar Via Facebook


    Profil LIRANEWS.COM

    LiraNews adalah media online Indonesia yang menyajikan berita terbaru di seluruh indonesia , kebanyakan media online di bangun dari perusahaan besar atau di bangun oleh orang-orang media , Tetapi kami adalah sekumpulan mahasiswa Perguruan tinggi di Jakarta yang senang dengan dunia internet . LiraNews bukanlah yang pertama bergerak di bidang media portal online , Tetapi kami yakin akan senantiasa memberikan yang terbaik untuk [...]

    Facebook

    Twitter