KH CHOLIL RIDWAN: PAK HARTO TAMPIL UNTUK SELAMATKAN NKRI

KH CHOLIL RIDWAN: PAK HARTO TAMPIL UNTUK SELAMATKAN NKRI

Jakarta, LiraNews.com - Dewan Pendiri dan Pengasuh Pengajian Politik Islam (PPI), KH. Cholil Ridwan mengatakan, Partai Komunis Indonesia (PKI) itu bertentangan dengan Pancasila karena gerakan pemberontakan tahun 1948 dan 1966. Dirinya juga berpendapat, seminar 65 di gedung LBH semestinya memang tidak perlu diadakan, apalagi tanpa izin atau pemberitahuan terlebih dahulu kepada aparat.

Kalau kemudian kegiatan tersebut diprotes, hal ini dikarenakan masyarakat melihat peristiwa tahun 1948 dan 1965 adalah sejarah bangsa yang tak ingin dilupakan.

“Makanya mereka berusaha membubarkan seminar itu, dan kalau kemudian berakhir ricuh sangat disayangkan,” sebutnya kepada wartawan di Jakarta, kemarin.

Dirinya juga merasa heran, kenapa LBH selalu menjadi tempat acara seperti itu. Mestinya, LBH juga menyadari hal itu bahwa bertengangan dengan fakta sejarah.

“LBH seharusnya paham dan ikut adil untuk tidak menimbulkan kegaduhan, karena kalau tempatnya dipakai untuk seminar itu pasti akan didatangi masyarakat memprotes,” sebutnya.

Terkait dengan pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yaitu kalau PKI muncul akan digebuk. Cholil berpendapat, mungkin yang dimaksud Presiden Jokowi adalah mencari PKI yang benaran.

“Memang nggak ada, kalau PKI-PKI yang benaran tahun 65 itu. Kalau yang digebuk begitu memang nggak ada. Tapi semacam seminar itu, siapa tokoh yang diundang tokoh membela PKI atau turunannya itu ada,” ujar Cholil.

Cholil mengingatkan, mestinya unsur-unsur yang berbau aroma komunis diwaspadai, jangan sampai muncul lagi. Karena yang namanya aktivis gerakan ideologisnya tentu saja mereka tidak akan menggunakan nama PKI benaran, dan gaya gerakannya juga tidak mungkin sama dengan yang sudah-sudah. Mereka akan merubah gayanya, kalau dulu itu formal sekali.

”Kalau sekarang, saya pikir aromanya sudah mirip dengan aroma tahun 60-an,” katanya.

Kalau ada yang menyudutkan bahwa film G30S PKI adalah pemutarbalikan fakta sejarah oleh orde baru, dirinya tidak sependapat. Cholil menegaskan, kalau ulama sepakat bahwa film itu merupakan fakta pemberontakan G30S PKI yang sudah diakui sebagai sejarah.

“Kalau kemudian ada yang mengklaim film itu adalah pemutar balikan sejarah yang dilakukan oleh Pak Harto, mestinya semasa beliau hidup kalau mau klaim, jangan setelah beliau wafat,” sebut Cholil.

Cholil pun menegaskan, keputusan MPR ya

Tags:
Redaksi

Penulis: Redaksi

KANTOR REDAKSI :
Graha Perwira, Gd. Gajah Blok AQ
Jl. Dr. Saharjo No. 111 Jakarta Selatan


Iklan Tengah Detail Foto Berita 665x140px

Berita Terkait

Form Komentar



Masukan 6 kode diatas :

huruf tidak ke baca? klik disini refresh


Komentar Via Facebook


Profil LIRANEWS.COM

LiraNews adalah media online Indonesia yang menyajikan berita terbaru di seluruh indonesia , kebanyakan media online di bangun dari perusahaan besar atau di bangun oleh orang-orang media , Tetapi kami adalah sekumpulan mahasiswa Perguruan tinggi di Jakarta yang senang dengan dunia internet . LiraNews bukanlah yang pertama bergerak di bidang media portal online , Tetapi kami yakin akan senantiasa memberikan yang terbaik untuk [...]

Facebook

Twitter