BENARKAH INTELIJEN MENEKAN GUBERNUR PAPUA?

BENARKAH INTELIJEN MENEKAN GUBERNUR PAPUA?

Jakarta, LiraNews.com - Seharian penuh kemarin hingga pagi ini, jagad media sosial cukup riuh dengan beredarnya berita tentang pertemuan Kepala Badan Intelijen Negara, Kapolri, Kapolda Sumatera Utara dan Gubernur Papua yang kabarnya dilakukan di Rumah Dinas Kepala Badan Intelijen Negara di bilangan Jakarta Selatan, Jalan Tirtayasa. *Riuhnya berita itu beredar bermula dari beredarnya sebuah Foto pertemuan tersebut yang tidak lama disusul dengan beredarnya sebuah pesan broadcast melalui Whatsapp. Pesan berantai itu seolah menunjukkan laporan dari Deputi II (mungkin maksudnya Deputi II BIN) yang ditujukan kepada Panglima TNI yang melaporkan tentang isi pertemuan di Tirtayasa tersebut.

Publik pun terhentak bagai disambar petir disiang hari membaca pesan berantai tersebut. Terlepas dari kebenaran pesan berantai itu apakah berasal dari Deputi II atau bukan, publik telah mencerna itu sebagai sebuah informasi meski publik masih banyak yang bertanya kebenarannya dan tidak sedikit yang juga percaya bahwa benar hal tersebut terjadi. Sekali lagi terlepas dari kebenaran sumbernya, bahwa informasi yang beredar dari sumber-sumber yang dapat dipercaya bahwa memang pertemuan itu ada dan isi pertemuan adalah seperti yang tercantum dalam pesan berantai tersebut.

Secara khusus yang paling tersorot dari beberapa laoran tersebut adalah adanya penekanan kepada Gubernur Papua Lukas Enembe untuk mengamankan Jokowi 2019 dan mengamankan suara PDIP 2019. Ini tentu akan mencederai Demokrasi yang susah payah dibangun sebagai buah manis Reformasi yang dibayar mahal bahkan dengan nyawa para pahlawan reformasi. Jika benar Intelijen menekan Gubernur Papua untuk misi pemenangan Partai Politik, maka ini akan menjadi skandal besar demokrasi Indonesia. Dan jika benar Intelijen menekan kepala daerah untuk memenangkan Jokowi 2019, maka ini juga skandal besar yang bisa berujung kepada pemberhentian Presiden oleh MPR DPR. Selain itu, skandal seperti ini tentu bisa menimbulkan pergolakan kelompok masyarakat yang merasa hak demokrasinya telah dipermainkan oleh penguasa atau Presiden dengan memperalat Lembaga Negara yang semestinya hanya mengabdi kepada Negara.

Dua hari sebelumnya, telah kami tuliskan pesan pertanyaan yang terkait situasi di Papua dan hubungannya dengan pertemuan Budi Gunawan, Paulus Waterpaw, Tito Karnavian dan Lukas Enembe. Tulisan yang berjudul Tahun Politik, Demokrasi Menggugat Netralitas Alat Negara menjadi semakin menemukan jawaban. Pasca pertemuan tersebut, masyarakat Papua berunjuk rasa membela Gubernur yang sepertinya menjadi korban kriminalisasi sebagaimana pesan-pesan dalam un

Tags:
Redaksi

Penulis: Redaksi

KANTOR REDAKSI :
Graha Perwira, Gd. Gajah Blok AQ
Jl. Dr. Saharjo No. 111 Jakarta Selatan


Iklan Tengah Detail Foto Berita 665x140px

Berita Terkait

Form Komentar



Masukan 6 kode diatas :

huruf tidak ke baca? klik disini refresh


Komentar Via Facebook


Profil LIRANEWS.COM

Dewan Pengarah :  Mayjen TNI (Purn) Arief Siregar, SH, MH, M.Sc • Mayjen TNI (Purn) Zulfahmi Rizal, M.Sc • Dr. H. Syahrial Yusuf, SE, MM • Prof, Dr, Ir, Marsudi W. Kisworo, M.Sc • Prof, Dr, Ahmad Mubarok Dewan Redaksi :  Drs. HM. Jusuf Rizal, SE, M.Si • M Husnie • Mustaqin Ishak • Ahmad Hadariy, S.Ag Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi : Indra Lesmana Wakil Pemimpin Redaksi : M. [...]

Facebook

Twitter