CEGAH KEKERASAN TERHADAP ANAK, JIHAN: ORANG TUA BERPERAN SEBAGAI UJUNG TOMBAK

CEGAH KEKERASAN TERHADAP ANAK, JIHAN: ORANG TUA BERPERAN SEBAGAI UJUNG TOMBAK

Jakarta, LiraNews.com – Orang tua harus berperan sebagai ujung tombak untuk mencegah kekerasan terhadap anak, baik fisik, non fisik maupun verbal.

Hal itu dikatakan Ketum Perempuan Lira, Hj. Jihan Azka Savitrie, SE dalam acara Dialog Interaktif: “The Power of Emak-Emak, Pencegahan Kekerasan Pada Anak Dimulai Dari Lingkungan Keluarga” di Masjid Raya KH. Hasyim Asy’ari, Jakarta, Kamis (7/9/2017).

Untuk mencegah kekerasan mata rantai kekerasan terhadap anak, imbuhnya, dibutuhkan peran dari orang tua selain guru, lingkungan sekolah dan pemerintah daerah masing-masing.

Jihan  menerangkan, kekerasan adalah merupakan sebuah ekpresi, baik yang dilakukan secara fisik ataupun secara verbal yang mencerminkan pada tindakan agresif dan penyerangan pada kebebasan atau martabat seseorang yang dapat dilakukan oleh perorangan ataupun sekelompok orang.

“Faktor terjadinya kekerasan pada anak, biasanya karena kekerasan dalam rumah tangga, disfungsi keluarga, faktor ekonomi, persepsi yang salah tentang cara mendidik anak atau bahkan regenerasi kekerasan anak,” paparnya.

Lebih lanjut Jihan mejelaskan, dampak kekerasan fisik dalam jangka pendek yaitu lebam, lecet, luka bakar, patah tulang. Sedangkan untuk jangka panjang yaitu kecacatan seperti lumpuh permanen.

Untuk mencegahnya, dibagi menjadi empat, yaitu membantu anak melindungi diri, pembekalan ilmu bela diri, maksimalkan peran sekolah dan perbanyak budi pekerti.

Jihan mencontohkan, belum lama ini marak dan sempat viral kasus baby J di Bali, usia 7 bulan. Dimana seorang bayi diperlakukan ibu kandungnya sendiri, disiksa, dan bukti penyiksaan tersebut dikirimkan ke ayahnya baby J.

Hal itu disebabkan, hubungan ke duanya belum diresmikan yang sampai akhirnya ayah kandung dari baby J harus kembali ke negara asalnya. Dan si ibu menjadi stres berat karena faktor ekonomi, selain itu si ibu juga pernah diperlakukan kekerasan dalam rumah tangga.

"Kekerasan ini berawal dari kekerasan ayah si bayi. Si bapak dan ibu tidak menikah sehingga kita sebut tindak kekerasan. Ini jadi siklus yang tidak habisnya dan diduga ibunya melampiaskannya kepada si bayi," pungkasnya. LN-DIT

    Tags:
    Redaksi

    Penulis: Redaksi

    KANTOR REDAKSI :
    Graha Perwira, Gd. Gajah Blok AQ
    Jl. Dr. Saharjo No. 111 Jakarta Selatan


    Iklan Tengah Detail Foto Berita 665x140px

    Berita Terkait

    Form Komentar



    Masukan 6 kode diatas :

    huruf tidak ke baca? klik disini refresh


    Komentar Via Facebook


    Profil LIRANEWS.COM

    LiraNews adalah media online Indonesia yang menyajikan berita terbaru di seluruh indonesia , kebanyakan media online di bangun dari perusahaan besar atau di bangun oleh orang-orang media , Tetapi kami adalah sekumpulan mahasiswa Perguruan tinggi di Jakarta yang senang dengan dunia internet . LiraNews bukanlah yang pertama bergerak di bidang media portal online , Tetapi kami yakin akan senantiasa memberikan yang terbaik untuk [...]

    Facebook

    Twitter