MEIKARTA, KORPORASI, DAN HILANGNYA NILAI KEMANUSIAAN

MEIKARTA, KORPORASI, DAN HILANGNYA NILAI KEMANUSIAAN

Jakarta, LiraNews.com - Masa modern ini mudah bagi yang memiliki banyak uang mewujudkan cita-cintanya. Ingin keliling dunia mudah. Membangun rumah impian bisa diwujudkan. Bahkan mewujudkan kota berkelas dunia pun bukan mustahil. Inilah yang terlukis dalam Meikarta. Kota yanglandmark seperti kota modern di dunia. Fantastis, bukan?

Di balik kemegahan proyek itu, Meikarta masih menimbulkan tanya. Pasalnya, proyek kota dengan total luas yang dibangun sebesar 2.200 ha di wilayah Cikarang Kabupaten bekasi tersebut ternyata sudah dijalankan sejak tahun 2015. proyek meikarta tersebut belum berdasarkan pada dokumen Rencana Detail Tata Ruang Kota (RDTRK) dan memiliki Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan Hidup (RTBL). 

Menurut Walhi Jawa Barat, proyek Meikarta pasti akan mengubah bentang alam yang sangat luas, membutuhkan air dan energi yang cukup besar. Sehingga, ke depan akan memberikan dampak sosial dan lingkungan yang besar bukan hanya bagi wilayah di Cikarang tapi juga ke wilayah lainnya di Kabupaten Bekasi. Wilayah Cikarang Selatan, Utara dan Timur adalah wilayah rawan banjir di musim hujan dan kekeringan di musim kemarau. KasusMeikarta menunjukkan bukti bahwa seolah ada negara dalam negara. Koorporasi besar seolah punya hak penuh atas negeri ini. Apa negeri ini sudah menjadi milik koorporasi? Apa bangsa ini bukan jadi pemilik lagi? Inilah pertanyaan wujud keprihatinan bagi hukum dan kemanusiaan.

Korporasi Wujud Bobrokasi

Wilayah tata kota  yang seharusnya menjadi kewenangan  negara  telah dibajak paksa oleh korporasi. Koorporasi seolah punya hak penuh untuk mengatur negeri ini semaunya dan seenaknya sendiri. Negara seolah tak berdaya menghadapi ketangguhan koorporasi. Jelas sudah korporasi akan mengekploitasi negeri ini demi nafsu keserakahannya.

Apakah negara ini sudah menjadi corporate state? Negara korporasi artinya seluruh kebijakan-kebijakan di negeri ini, baik sosial, politik, hukum, bahkan ekonomi bisa ditentukan oleh kehendak korporasi. Jadi, bisa disimpulkan bahwa ke depan Indonesia pasti akan menjadi negara korporasi. Negara seperti perusahaan yang hanya memikirkan keuntungan. Dalam negara korporasi, subsidi terhadap rakyat, yang sebenarnya merupakan hak rakyat, dianggap pemborosan. Aset-aset negara yang sejatinya milik rakyat pun dijual. Itulah ironi negara korporasi di tengah-tengah semakin menguritanya kawasan-kawasan super blok yang mencapai ribuan ha seperti Meikarta justru penggusuran-penggusuran tempat tinggal rakyat jelata semakin masif dan membabi buta.

Sepak t

Tags:
Redaksi

Penulis: Redaksi

KANTOR REDAKSI

 

 

 


Graha Perwira, Gd. Gajah Blok AQ
Jl. Dr. Saharjo No. 111 Jakarta Selatan


Iklan Tengah Detail Foto Berita 665x140px

Berita Terkait

Form Komentar



Masukan 6 kode diatas :

huruf tidak ke baca? klik disini refresh


Komentar Via Facebook


Profil LIRANEWS.COM

Dewan Pengarah :  Mayjen TNI (Purn) Arief Siregar, SH, MH, M.Sc • Mayjen TNI (Purn) Zulfahmi Rizal, M.Sc • Dr. H. Syahrial Yusuf, SE, MM • Prof, Dr, Ir, Marsudi W. Kisworo, M.Sc • Prof, Dr, Ahmad Mubarok Dewan Redaksi :  Drs. HM. Jusuf Rizal, SE, M.Si • M Husnie • Mustaqin Ishak • Ahmad Hadariy, S.Ag Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi : Indra Lesmana Wakil Pemimpin Redaksi : M. [...]

Facebook

Twitter