SEBENTAR LAGI INDONESIA BUKAN LAGI MILIK RAKYAT INDONESIA

SEBENTAR LAGI INDONESIA BUKAN LAGI MILIK RAKYAT INDONESIA

Jakarta, LiraNews.com - Kegelisahan terhadap kondisi bangsa menyeruak kepermukaan. Tidak hanya menyentuh nurani anak bangsa tapi juga bermakna adanya kegelisahan yang dalam. Dunia medsos pun marak dengan kritikan terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai melemahkan bangsa.

Bagaimana menurut pandangan Presiden Partai Parsindo (Partai Swara Rakyat Indonesia), HM. Jusuf Rizal didampingi Sekjen Mustakim Ishak saat diminta komentarnya usai pelaksanaan Munas I Parsindo di Hotel Harris, Jakarta, kemarin. Menurutnya, jika seluruh anak bangsa tidak bersatu Indonesia tak Lama lagi bukan milik rakyat Indonesia.

Sebagai putra pejuang, lanjut pria aktivis itu, banyak kebijakan pemerintah menurut penilaiannya sangat pro asing yang bertentangan dengan UUD 1945 Pasal 33, bahwa seluruh kekayaan alam untuk kesejahteraan rakyat Indonesia bukan bangsa asing.

Selain kebijakan yang dinilai pro asing, kebijakan pemerintah dinilai dapat membahayakan bangsa, khususnya kebijakan pembangunan yang mengandalkan hutang serta lebih bertumpu pada single country yaitu Tiongkok. Kondisi tersebut dapat mengganggu kemandirian dan kedaulatan bangsa.

Dikatakan pemerintah dalam pemberantasan korupsi masih tebang pilih seperti pada kasus RS. Sumber Waras, E-KTP, Reklamasi, Korupsi pajak yang melibatkan adik ipar Presiden Jokowi maupun berbagai kasus besar lainnya. Pembiaran terhadap pelanggar hukum seperti pembangunan yang tidak berizin.

Pria yang juga menjabat Wakil Ketua Umum KSPSI (Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia) itu mendesak pemerintah mengkaji ulang berbagai kebijakan yang terlalu pro asing dan mengabaikan kesejahteraan rakyat dengan naiknya berbagai kebutuhan pokok serta pajak. Setidaknya seperti yang dilansir banyak pihak di medsos diantaranya yaitu:

SEBENTAR LAGI INDONESIA BUKAN LAGI MILIK RAKYAT INDONESIA

Jangan salahkan kami yg bersedih hati dikala kebanyakan rakyat Indonesia saat ini gegap gempita merayakan atau bersyukur atas 72 tahun Indonesia merdeka.

Silahkan berteriak-teriak "MERDEKA ... MERDEKA ... MERDEKA ..."

Tetapi tahukan Anda bahwa kami sedang bersedih hati .... lihat renungan di bawah ini ...

1) Berdasarkan catatan Badan Pemeriksa keuangan (BPK) dominasi asing di sektor Migas 70%, batu bara, bauksit, nikel dan timah 75%, tembaga dan emas sebesar 85% serta diperkebunan sawit sebesar 50%. Jumlah ini menunjukkan bahwa betapa lemahnya posisi pemerintah untuk melindungi aset Negara.

2) Menurut The Institute For Global Justice (IGJ), hingga kini 175 juta hektar atau setara 93 persen

Tags:
Redaksi

Penulis: Redaksi

KANTOR REDAKSI :
Graha Perwira, Gd. Gajah Blok AQ
Jl. Dr. Saharjo No. 111 Jakarta Selatan


Iklan Tengah Detail Foto Berita 665x140px

Berita Terkait

Form Komentar



Masukan 6 kode diatas :

huruf tidak ke baca? klik disini refresh


Komentar Via Facebook


Profil LIRANEWS.COM

Dewan Pengarah :  Mayjen TNI (Purn) Arief Siregar, SH, MH, M.Sc • Mayjen TNI (Purn) Zulfahmi Rizal, M.Sc • Dr. H. Syahrial Yusuf, SE, MM • Prof, Dr, Ir, Marsudi W. Kisworo, M.Sc • Prof, Dr, Ahmad Mubarok Dewan Redaksi :  Drs. HM. Jusuf Rizal, SE, M.Si • M Husnie • Mustaqin Ishak • Ahmad Hadariy, S.Ag Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi : Indra Lesmana Wakil Pemimpin Redaksi : M. [...]

Facebook

Twitter