ANIES BASWEDAN: MOHON MAAF KAMI INGIN DI ZONA NYAMAN

ANIES BASWEDAN: MOHON MAAF KAMI INGIN DI ZONA NYAMAN

Jakarta, LiraNews.com - Gubernur DKI Jakarta terpilih, Anies Baswedan mengatakan bahwa saat ada panggilan untuk ikut mengurusi negeri ini, kota ini, maka haruskah kita menghindar sambil berkata, "Mohon maaf kami ingin di zona nyaman, kami ingin terus di jalur aman ditemani tepuk tangan?"

Sementara kita lihat tanda-tanda yang terang benderang; di sana-sini ada saja yang menguras uang negara jadi uang keluarga, melipat tanah rakyat jadi pencakar langit.

"Atau jadi uang kelompoknya di saat terlalu banyak anak bangsa yang tidak bisa melanjutkan sekolah, di Ibukota sekalipun, begitu banyak anak kita tak tuntas belajar. Sebuah “jembatan” menuju kemandirian dan kesejahteraan," ujar Anies pada peringatan HUT RI ke 72 di Tanah Merah, Jakarta Utara, kemarin.

Berikut pidato Kemerdekaan 17-08-2017 Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan

Assalamu alaikum wr wb

Kepada Yth
Para Relawan dan Teman Seperjuangan
Di Jakarta

Pagi ini di Tanah Merah, Jakarta Utara, hadir sebagai inspektur upacara. Rakyat kebanyakan yang berkumpul untuk memperingati kemerdekaan bangsa kita. Mayoritas hadirin dan peserta upacara bukanlah warga makmur dan sejahtera. Mereka masih hidup amat sederhana, tabungan rupiah mereka mungkin tipis tapi tabungan kecintaan pada Republik ini amatlah tebal.

Pagi tadi, seperti biasa bendera merah putih itu dikibartinggikan dengan khidmat diiringi gelora Indonesia Raya. Dahulu bendera itu naik lewat jutaan orang iuran tenaga, darah, bahkan nyawa, hingga akhirnya tegak berkibar untuk pertama kalinya. Menyaksikan bendera itu bergerak ke puncak dan berkibar dengan gagah, dada ini bergetar.

Sepanjang bendera itu dinaikkan, ingatan saya tertuju pada kakek kami, Alm. A.R. Baswedan dan para perintis kemerdekaan lainnya. Mereka hibahkan hidupnya untuk memperjuangkan agar bangsa ini merdeka dan Republik ini berdiri.

Mereka berjuang “menaikkan” Sang Merah-Putih selama berpuluh tahun bukan sekedar dalam hitungan menit seperti saat upacara kini. Mereka tak pilih jalur nyaman dan aman. Mereka juga masih muda, namun tidak ada kata terlalu muda untuk turun tangan bagi bangsa. Berpikir ada yang terlalu muda, hanya akan membawa kita berpikir ada yang terlalu tua untuk turun tangan.

Mereka adalah orang-orang yang mencintai bangsanya, melebihi cintanya pada dirinya.

Suatu ketika, beberapa waktu yang lalu, saya menerima sebuah sms dari salah satu putri Proklamator kita. Ia meneruskan sms berisi Sila-Sila dalam Pancasila yang dipelesetkan misalnya “Ketuhanan Yang Maha Esa” d

Tags:
Redaksi

Penulis: Redaksi

KANTOR REDAKSI :
Graha Perwira, Gd. Gajah Blok AQ
Jl. Dr. Saharjo No. 111 Jakarta Selatan


Iklan Tengah Detail Foto Berita 665x140px

Berita Terkait

Form Komentar



Masukan 6 kode diatas :

huruf tidak ke baca? klik disini refresh


Komentar Via Facebook


Profil LIRANEWS.COM

Dewan Pengarah :  Mayjen TNI (Purn) Arief Siregar, SH, MH, M.Sc • Mayjen TNI (Purn) Zulfahmi Rizal, M.Sc • Dr. H. Syahrial Yusuf, SE, MM • Prof, Dr, Ir, Marsudi W. Kisworo, M.Sc • Prof, Dr, Ahmad Mubarok Dewan Redaksi :  Drs. HM. Jusuf Rizal, SE, M.Si • M Husnie • Mustaqin Ishak • Ahmad Hadariy, S.Ag Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi : Indra Lesmana Wakil Pemimpin Redaksi : M. [...]

Facebook

Twitter