DIDUGA SYARAT KKN, PENGELOLAAN DANA DESA DI DESA ANGOHI KEC. ASINUA DIPERTANYAKAN

DIDUGA SYARAT KKN, PENGELOLAAN DANA DESA DI DESA ANGOHI  KEC. ASINUA  DIPERTANYAKAN

Konawe, LiraNews.com - Pemerintah pusat telah mengulirkan dana desa tahap I tahun 2017,hal ini bertujuan untuk membantu pemerintah desa dalam membangun wilayahnya.

Namun hal ini, berbanding terbalik apa yang dirasakan warga desa Angohi yang notabene berada dalam wilayah yang sangat terisolir dari berbagai pembangunan wilayah kabupaten konawe, cukup ironis bila dilihat dari bantuan pemerintah melalui dana desa sebanyak kurang lebih 700 juta rupiah.

Sampai saat ini belum seluruhnya menyentuh warga, padahal jumlah warga yang ada berdasarkan informasi warga hanya sekitar kurang lebih 40 kepala keluarga itupun belum semuanya menetap di desa angohi namun masih sebagian berdomisili di wilayah Unaaha.

Berdasarkan informasi yang dihimpun LiraNews.com mendapatkan informasi yang sangat mencengangkan karena dari dana tahap 1 yang diterima pemerintah desa melalui kepala desa Harmusin yaitu sebanyak kurang lebih 400 juta rupiah semuanya sudah cair.

Ironisnya beberapa program yang ada seperti Bumdes dirasakan warga syarat dengan KKN karena program bantuan bibit sapi yang dianggarkan sebanyak kurang lebih seratus lima puluh juta rupiah baru diberikan 14 ekor, sementara yang seharusnya diberikan warga sebanyak 21 ekor, itupun sapi yang disalurkan hanya diberikan kepada kerabat atau keluarga kepala desa saja.

Selain itu juga dana Desa Angohi juga diperuntukan untuk alat penyulingan minyak nilam sebanyak satu set dengan anggaran kurang lebih 50 juta rupiah hanya digunakan untuk kepentingan pribadi Kepala Desa Harmusin.

Seorang warga yang enggan disebut namanya memaparkan adanya bantuan genset untuk masjid yang diberikan oleh Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa saat menjelang puasa yang lalu tidak diberikan kepada pihak masjid,  namun digunakan oleh Harmusin dirumahnya dan genset tidak pernah disampaikan secara terbuka kepada warga desa Angohi melalui rapat masyatakat desa.

Begitupun pengelolaan Dana Desa (DD) di desa Angohi juga diindikasikan syarat KKN karena karena bendaharanya Jumi (nama samaran) adalah anak kepala desa. Sementara sekretaris desanya Kusmilan juga adalah menantu kepala desa selain itu juga ketua BPD Ilyas adalah kakak kandung Harmusin yang kini berdomisili di sekitar kelurahan Wawonggole.

Sedangkan TPK Desa Angohi Abid Nul tidak difungsikan. Namun semua pengerjaan proyek Dana Desa (DD) hanya dikelola dua orang saja yaitu Harmusin dan Jaya Suleman mantan sekdes desa Angohi.

Saat dikonfirmasi media,  Camat Asinua Marjuni Ma'mir, SP., M.Si,  memberikan tanggapan yang berbed

Tags:
Redaksi

Penulis: Redaksi

KANTOR REDAKSI :
Graha Perwira, Gd. Gajah Blok AQ
Jl. Dr. Saharjo No. 111 Tebet
Jakarta Selatan 12810


Iklan Tengah Detail Foto Berita 665x140px

Berita Terkait


Komentar Via Facebook


Profil LIRANEWS.COM

LiraNews adalah media online Indonesia yang menyajikan berita terbaru di seluruh indonesia , kebanyakan media online di bangun dari perusahaan besar atau di bangun oleh orang-orang media , Tetapi kami adalah sekumpulan mahasiswa Perguruan tinggi di Jakarta yang senang dengan dunia internet . LiraNews bukanlah yang pertama bergerak di bidang media portal online , Tetapi kami yakin akan senantiasa memberikan yang terbaik untuk [...]

Facebook

Twitter