MR. KAN: PEMERINTAH PANIK, IMPOR TERTEKAN DAN MENERAPKAN KEBIJAKAN NGAWUR

MR. KAN: PEMERINTAH PANIK, IMPOR TERTEKAN DAN MENERAPKAN KEBIJAKAN NGAWUR

Jakarta, LiraNews.com - Berdasarkan pengamatan saya kemungkinan besar barang-barang impor bakal banyak kosong dan akan banyak mengalami kenaikan harga.

Karena saya memperkirakan sebagian besar importir pastinya harus terpaksa berhenti sementara untuk memasukkan barang dari luar negeri dan sebagian lagi mungkin menahan untuk jual stok barang impornya.

Terutama semua barang yang biasanya masuk dari negara Cina dan negara lainnya. Pada intinya barang impor kemungkinan besar akan mulai kesulitan.

Karena sejak akhir tahun 2016 pemerintah tampaknya menerapkan kebijakan baru yang lebih rumit khususnya impor. Rumitnya impor karena harus membayar biaya masuk yang bisa dikatakan terlalu mahal.

Akhir-akhir ini saya mengamati pemerintah mulai tampak sangat kesulitan keuangan, sehingga tampaknya sering mengalami kepanikan. Dengan catatan hutang negara yang semakin menumpuk. Perlu kita ketahui hingga Juni 2017 hutang negara sudah tercatat senilai Rp 3.706,52 triliun.

Selama Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) telah menambah utang sebesar Rp 1.166 triliun di periode 2015-2017. Hutang negara yang jatuh tempo saja pada periode 2018-2019 sudah diperkirakan mencapai Rp.810 triliun, dan saat ini pemerintah cenderung terus menambah hutang atau meminjam uang dari luar negeri.

Sampai-sampai menteri keuangan Sri Mulyani menyampaikan pilih hutang atau potong gaji PNS? Dan lainnya seperti: pemerintah berencana menggunakan dana haji sebesar Rp.90 triliun untuk keperluan membangun infrastruktur.

Juga sempat ada kebijakan minimal saldo Rp.200 juta di rekening bank jika tidak melaporkan akan diperiksa pajak, kemudian berubah lagi nilai saldo minimal menjadi Rp.1 miliar. Di sini saya ingin tegas menanyakan mengapa sampai detik ini Pemerintah seperti sangat sulit menerapkan online secara keseluruhan? Ada apa sebenarnya? Dan mengapa?

Menurut saya cara online antara kantor pajak atau badan negara terhubung dengan semua bank di dalam negeri ini sangatlah mudah, mengingat perkembangan teknologi IT yang sangat maju. Di Negara maju semua bank pasti sudah online dengan kantor pajak atau badan negara. Sekali lagi mengapa kita seperti sangat sulit ya?

Pemerintah juga merencanakan upah minimum pegawai (UMP) akan dikenakan pajak. Padahal menurut saya UMP kita tergolong masih sangat rendah dan bisa saya katakan maaf ya, bagi yang mendapatkan UMP ini masih tergolong miskin.

Karena dengan nilai UMP yang rendah seperti di DKI Jakarta Rp.3.355.750, saya sangat yakin dengan kehidupan satu anak dan istri pun pasti sangat sulit atau tidak cukup walaupun hidup sudah dengan c

Tags:
Redaksi

Penulis: Redaksi

KANTOR REDAKSI :
Graha Perwira, Gd. Gajah Blok AQ
Jl. Dr. Saharjo No. 111 Jakarta Selatan


Iklan Tengah Detail Foto Berita 665x140px

Berita Terkait

Form Komentar



Masukan 6 kode diatas :

huruf tidak ke baca? klik disini refresh


Komentar Via Facebook


Profil LIRANEWS.COM

LiraNews adalah media online Indonesia yang menyajikan berita terbaru di seluruh indonesia , kebanyakan media online di bangun dari perusahaan besar atau di bangun oleh orang-orang media , Tetapi kami adalah sekumpulan mahasiswa Perguruan tinggi di Jakarta yang senang dengan dunia internet . LiraNews bukanlah yang pertama bergerak di bidang media portal online , Tetapi kami yakin akan senantiasa memberikan yang terbaik untuk [...]

Facebook

Twitter