GEPRINDO MENGECAM PATUNG JENDERAL PERANG CINA DI TUBAN

GEPRINDO MENGECAM PATUNG JENDERAL PERANG CINA DI TUBAN

Jakarta, LiraNews.com - GEPRINDO mengecam keras didirikannya patung Jendral Perang Cina, Kwan Sing Tee Koen yang tingginya 30,4 meter yang berada di klenteng Kwan Sing Bio, Tuban Jawa Timur.

Menurut Presiden GEPRINDO, Bastian P Simanjuntak pendirian patung tersebut lebih besar muatan politisnya daripada nilai-nilai keagamaannya.

"Untuk apa bangun patung jendral perang cina di Tuban besar-besar? Untuk gagah-gagahan? Tolong di ingat Ini negara Indonesia, didirikan oleh bangsa Indonesia, dimiliki dan dikuasai oleh Bangsa Indonesia,?" ujar Bastian, Sabtu (29/7/2017).

Oleh karena itu, lanjutnya, tidak boleh ada bangsa lain yang sok kuasa di republik ini dengan mendirikan patung jendral perangnya sebangsanya besar-besar.

Bangsa Indonesia tidak mengenal panglima perang yang bernama Sing Tee Koen, panglima perang bangsa indonesia adalah panglima besar Jendral Sudirman.

"Saya mencurigai ada maksud lain dibalik pendirian patung sebesar itu, oleh karena itu sebaiknya Badan Intelijen Indonesia turun tangan mengumpulkan informasi apa alasan sebenarnya dibalik pendirian patung sebesar itu, ada tidak aliran dana dari negara komunis Cina?" tanyanya.

Rakyat Indonesia, menurutnya, sangat paham Negara Cina memiliki kepentingan strategis terhadap Indonesia, ada rencana menghidupkan kembali jalur sutra, ada pembangunan proyek-proyek infrastruktur, pengakuisisian tambang energi dan mineral, perkebunan, ada pembelian hunian oleh warga cina di pulau reklamasi dan meikarta.

Selain itu ada proyek kereta api cepat, ada pencurian ikan, penyelundupan narkoba, kejahatan IT dan banjirnya produk-produk cina di pasar Indonesia

Di taman mini telah dibangun patung laskar tionghoa, di tuban dibangun patung jendral perang cina, kedepan mau bangun patung apalagi?

"Saya khawatir jika hal ini dibiarkan terus menerus oleh pemerintah Indonesia, bangsa Cina semakin besar kepala dan tidak menghormati Bangsa Indonesia," cetusnya.

Pemerintah, ujarnya, harus segera bertindak dengan menerbitkan peraturan yang tidak memperbolehkan pembangunan simbol-simbol bangsa lain di Indonesia yang bisa menimbulkan rasa nasionalisme asing.

BIN, TNI, Polri jangan sampai kebobolan, jika di kota saja tidak bisa mendeteksi ancaman asing, bagaimana mencegah ancaman di pulau-pulau terluar?

Panglima TNI berkali-kali berpidato tentang perang asimetris, perang proxi, namun mengapa patung jendral perang Cina setinggi 30 meter tidak dianggap sebagai ancaman kedaulatan?

"Coba kita pikir, bolehkah kita mendirikan patung jendral sudirman setinggi 30 meter

Tags:
Redaksi

Penulis: Redaksi

KANTOR REDAKSI :
Graha Perwira, Gd. Gajah Blok AQ
Jl. Dr. Saharjo No. 111 Tebet
Jakarta Selatan 12810


Iklan Tengah Detail Foto Berita 665x140px

Berita Terkait

Ada 1 Komentar untuk Berita Ini

  • Ramuan Herbal Kolesterol Tinggi

    11 Agustus 2017 - 13:17:32 WIB

    Link Obat Kolesterol Tinggi
    https://goo.gl/Qwq3KZ

Komentar Via Facebook


Profil LIRANEWS.COM

LiraNews adalah media online Indonesia yang menyajikan berita terbaru di seluruh indonesia , kebanyakan media online di bangun dari perusahaan besar atau di bangun oleh orang-orang media , Tetapi kami adalah sekumpulan mahasiswa Perguruan tinggi di Jakarta yang senang dengan dunia internet . LiraNews bukanlah yang pertama bergerak di bidang media portal online , Tetapi kami yakin akan senantiasa memberikan yang terbaik untuk [...]

Facebook

Twitter