TEGAS MENUTUP PABRIK SEMEN CINA, BUPATI BOLAANG MONGONDOUW JADI TERSANGKA

TEGAS MENUTUP PABRIK SEMEN CINA, BUPATI BOLAANG MONGONDOUW JADI TERSANGKA

Bolmong, LiraNews.com - Ketegasan Bupati Bolaang Mongondouw (Bolmong), Yasti Soepredjo Mokoagow, menutup aktivitas perusahaan semen PT. Conch North Sulawesi Cement berujung ditetapkannya sebagai tersangka.

Mantan Ketua Komisi V DPR RI ini resmi menyandang tersangka setelah Polisi Sulut gelar perkara, Selasa lalu dalam kasus perusakan terhadap pabrik semen asing, PT Conch yang terjadi bulan lalu.

Gelar perkara oleh internal penyidik dan menilai cukup bukti untuk menetapkan sebagai tersangka.

“Kami sudah tetapkan tersangka, karena berdasarkan keterangan dari kurang lebih 13 Satpol PP semuanya mengatakan perusakan itu atas perintah Yasti,” jelas Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Ibrahim Tompo.

Ibrahim memaparkan, dari hasil pengembangan dan pendalaman terhadap bukti-bukti pidana.

Yasti melanggar Pasal 170 ayat (1) KUHP atau Pasal 170 ayat (2) ke-1 KUHP Jo Pasal 52 KUHP Jo Pasal 55,56 KUHP atau Pasal 406 KUHP Jo Pasal 52 KUHP Jo Pasal 55,56 KUHP.

Sebelumnya. dalam rapat bersama, yang dipimpin langsung Bupati didampingi Wakil Bupati Yanny R Tuuk, diruang rapat kantor Bupati antara manajemen PT. Conch North Sulawesi Cement, PT. Sulenco Bohusami Cement, menemukan sejumlah kejanggalan termasuk masalah perizinan.

Rapat yang dilakukan bersama perangkat daerah Bappeda, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu, Disperindag serta para Asisten, Yasti mengambil tindakan tegas menutup pabrik semen dari Cina itu.

“Karena tidak memiliki izin maka saya tutup. Tidak boleh ada kegiatan apa pun sampai perizinan dilengkapi,” tegas Bupati.

Yasti-pun menegaskan. Apabila ditemukan ada pejabat pemkab Bolmong terlibat main mata dengan pihak Perusahaan, dirinya tak segan-segan akan melakukan tindakan tegas, berupa menonjobkan dari jabatan.

“Jika ditemukan ada pejabat Bolmong menerima upeti dari managemen PT Conch dan Sulenco. Maka pihaknya akan mengambil tindakan tegas. Saya tak ingin ada pejabat yang suka melanggar aturan hukum yang berlaku,” tegas Yasti.

Yasti dituduh telah melakukan tindak pidana menyuruh atau memberi kesempatan atau daya upaya dengan menyalahgunakan kewenangan untuk melakukan tindak perusakan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap barang atau benda atau dengan sengaja menghancurkan barang atau benda atau sengaja dan melawan hukum menghancurkan, merusak membuat tidak dapat dipakai lagi atau menghilangkan barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian milik orang lain. LN-JMP

 

    Tags:
    Redaksi

    Penulis: Redaksi

    KANTOR REDAKSI :
    Graha Perwira, Gd. Gajah Blok AQ
    Jl. Dr. Saharjo No. 111 Tebet
    Jakarta Selatan 12810


    Iklan Tengah Detail Foto Berita 665x140px

    Berita Terkait


    Komentar Via Facebook


    Profil LIRANEWS.COM

    LiraNews adalah media online Indonesia yang menyajikan berita terbaru di seluruh indonesia , kebanyakan media online di bangun dari perusahaan besar atau di bangun oleh orang-orang media , Tetapi kami adalah sekumpulan mahasiswa Perguruan tinggi di Jakarta yang senang dengan dunia internet . LiraNews bukanlah yang pertama bergerak di bidang media portal online , Tetapi kami yakin akan senantiasa memberikan yang terbaik untuk [...]

    Facebook

    Twitter