KLARIFIKASI KOMISARIS GUDANG BERAS YANG DIGEREBEK

KLARIFIKASI KOMISARIS GUDANG BERAS YANG DIGEREBEK

Jakarta, LiraNews.com -  Komisaris Utama PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk, Anton Apriyantono buka suara. Anton mengatakan, soal tudingan mengubah beras IR 64 yang disebut kategori medium menjadi beras premium.

"Perlu dijelaskan IR 64 itu varietas lama yang sudah digantikan varietas yang lebih baru yaitu Ciherang. Kemudian, diganti lagi dengan Inpari," ujar Anton dalam keterangannya.

Hal ini menanggapi satgas Pangan Polri yang menggerebek gudang beras PT Indo Beras Unggul (IBU) di Bekasi, Kamis (20/7/2017).

Dimana heboh dalam pemberitaan, satgas Pangan menemukan beras IR 64 ‘disulap’, yang masuk kategori medium, menjadi beras premium.

Beras-beras itu diberi label merek Maknyuss dan Cap Ayam Jago, dan dijual di pasar ritel modern seharga Rp 13.700 dan Rp 20.400/ kilogram (kg). Totalnya, Satgas Pangan menyita 1.161 ton beras dari gudang PT IBU. Merespons hal ini, mantan menteri Pertanian ini menjelaskan. “Varietas IR 64 itu sudah jarang. Di lapangan, IR 64 itu sudah tidak banyak,” kata Anton.

Anton juga menyanggah IR 64 merupakan beras yang disubsidi. Dia mengatakan, yang disubsidi itu raskin atau beras miskin, yang saat ini disebut beras sejahtera atau rastra.

Selain itu ia mengatakan di dunia perdagangan beras dikenal kategori medium dan premium, dan Standar Nasional Indonesia atau SNI kualitas beras juga ada. “Tiga Pilar Sejahtera sudah sesuai SNI untuk kualitas di atas,” tutur aktivis sebuah partai itu menjelaskan panjang lebar.

Anton juga menyoal PT IBU yang dituding monopoli, menguasai hulu hingga hilir beras. Ia menjelaskan, produksi beras Tiga Pilar Sejahtera sekitar 600 ribu ton/tahun, dari kapasitas produksi terpasang 800.000 ton. “Bagaimana kami bisa dibilang menguasai. Apalagi sampai bilang negara rugi ratusan triliun, omzet PT Tiga Pilar Sejahtera saja hanya Rp 4 triliun per tahun,” tutur Anton menerangkan.

Anton menambahkan, ada banyak kekeliruan dari hasil penggerebekan itu. Seharusnya, kata Anton, pemerintah dan Polri tak buru-buru menggerebek, tapi dicek dulu. “Jangan hanya main gerebek, padahal belum tentu. Karena masalah ini, dampaknya jadi sangat buruk. Perusahaan bisa tutup, saham turun, petani mitra merugi. Apa itu yang diharapkan pemerintah?” kata Anton mengklarifikasi. LN-DIT

    Tags:
    Redaksi

    Penulis: Redaksi

    KANTOR REDAKSI :
    Graha Perwira, Gd. Gajah Blok AQ
    Jl. Dr. Saharjo No. 111 Jakarta Selatan


    Iklan Tengah Detail Foto Berita 665x140px

    Berita Terkait

    Form Komentar



    Masukan 6 kode diatas :

    huruf tidak ke baca? klik disini refresh


    Komentar Via Facebook


    Profil LIRANEWS.COM

    Dewan Pengarah :  Mayjen TNI (Purn) Arief Siregar, SH, MH, M.Sc • Mayjen TNI (Purn) Zulfahmi Rizal, M.Sc • Dr. H. Syahrial Yusuf, SE, MM • Prof, Dr, Ir, Marsudi W. Kisworo, M.Sc • Prof, Dr, Ahmad Mubarok Dewan Redaksi :  Drs. HM. Jusuf Rizal, SE, M.Si • M Husnie • Mustaqin Ishak • Ahmad Hadariy, S.Ag Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi : Indra Lesmana Wakil Pemimpin Redaksi : M. [...]

    Facebook

    Twitter