SENI & BUDAYA DALAM POLITIK KITA

SENI & BUDAYA DALAM POLITIK KITA

Jakarta, LiraNews.com -Seni politik kita jelas tidak cantik juga tidak santun, kalau tidak boleh dikata kurang beradab mulai dari wajah hingga penampilan.

Ibarat wanita, moral dan etikanya partai politik kita nol besar. Maka itu andalannya cuma genit belaka. Berlagak baik ketika ada maunya. Para pelakunya pun begitu gampang kawin maupun cerai. Irientasi jelas hanya untuk kekuasaan dan menambah kemewahan -- kekayaan -- semata-mata.

Karena itu susah diminta konsisten dan idealisme. Begitu gampangnya melompat dari satu partai ke partai lain. Dan budaya bajing loncat ini justru menjadi kebanggaan bagi yang bersangkutan, tanpa rasa risi sedikitpun. Persis seperti artis yang tidak bermoral, selalu merasa bangga bisa manuver kawin cerai dengan gampang dan perasaan biasa-biasa saja. Hingga gonta ganti patpol pun dalam budaya politik kita politik kita telah menjadi bagian dari seni berpolitik.

Celakanya, pihak parpol yang dirujuk itu, tekjesan jumawa dan bangga layak janda gatel yang full birahi. Soalnya mana mungkin haluan politik seorang bisa begitu saja berbalik arah dengan cepat, kalau bukan persetubuhan politik itu sama semacam transaksi di tempat pelacuran.

Agaknya tidak begitu persis menganalogikan parpol dengan rumah pelacuran, karena toh tidak semua parpol jadi seperti itu.

Asumsi parpol seperti rumah bordil ini dapat segera dipaham lantaran ada pula anggapan bahwa parpol sepatutnya seperti kawah basecame atau kawah candradimuka untuk menempa seni politik yang santun dan elegan serta berakhkak mulia.

Yang runyam memang seperti pengakuan jujur seorang kawan yang telah bertahun-tahun mempersiapkan diri sebagai kader partai, tidak kunjung pernah mendapat pendidikan seperti yang diidealkan. Kecuali sekedar dogma untuk senabtiasa loyal kepada para senior yang ada agar mendapat dukungan guna mempertahankan posisi atau jabatan dimana saja yang tekah dikangkanginya.

Dalam kondisi dan suasana seperti itulah seni dan budaya politik di Indonesia sekarang ini sering dilihat seperti rumah bordil yang menjijikkan.

Karena itu dapat segera dipaham banyak orang yang mengharapkan agar parpol ditiadakan saja. Hingga wakil rakyat cukup dipilih dari wakil golongan dan wakil masyarakat daerah. Sehingga konsistensi kesungguhan untuk mengaksentuasikan suara rakyat dapat terjamin dan terkonrol.

Wakil rakyat memang tidak sepantasnya menempatkan kepentingan partai diatas kepentingan rakyat. Apalagi ketika rakyat enggan memilih, sikap penolakan ini tidak pernah diperhitungkan, apalagi hendak diperhatijan, karena justru yang terhadi adalah muncuknya anggapan

Tags:
Redaksi

Penulis: Redaksi

KANTOR REDAKSI :
Graha Perwira, Gd. Gajah Blok AQ
Jl. Dr. Saharjo No. 111 Jakarta Selatan


Iklan Tengah Detail Foto Berita 665x140px

Berita Terkait

Ada 1 Komentar untuk Berita Ini

Form Komentar



Masukan 6 kode diatas :

huruf tidak ke baca? klik disini refresh


Komentar Via Facebook


Profil LIRANEWS.COM

LiraNews adalah media online Indonesia yang menyajikan berita terbaru di seluruh indonesia , kebanyakan media online di bangun dari perusahaan besar atau di bangun oleh orang-orang media , Tetapi kami adalah sekumpulan mahasiswa Perguruan tinggi di Jakarta yang senang dengan dunia internet . LiraNews bukanlah yang pertama bergerak di bidang media portal online , Tetapi kami yakin akan senantiasa memberikan yang terbaik untuk [...]

Facebook

Twitter