KORBAN PELECEHAN DIJERAT UU ITE, PEMUDA LIRA ANGKAT BICARA

KORBAN PELECEHAN DIJERAT UU ITE, PEMUDA LIRA ANGKAT BICARA

Jakarta, LiraNews.com - Sebuah kejadian yang sangat mengerikan. Prilaku perkataan pelecehan seksual yang menjadi korban terhadap bawahaanya sangat menghawartikan dan sering terjadi dilingkungan pendidikan di lombok mataram.

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pemuda Lumbung Informasi Rakyat ( Pemuda LIRA) Kusnadi selaku wasekjen dirinya mengatakan Informasi ini dibaca dari sebuah petisi milik Damar Juniarto (SAFEnet/Southeast Asia Freedom of Expression Network) di Change.org.

“Kejadian tersebut sungguh sangat mengerikan dan tidak pantas dilakukan apalagi terjadi kepada bawahannya sendiri dan ini menjadi catatan penting dilingkungan pendidikan”, Ungkap kusnadi.

Lebih lanjut wasekjen DPP Pemuda Lira tersebut menjelaskan dasar kronologisnya berdasarkan informasi yang dibaca dari petisi milik Damar Juniarto di Change.org.

Begini dasar kronologinya, Kali ini yang menjadi korban prilaku perkataan pelecehan seksual yang tidak menyenangkan dan menyinggung perasaan itu adalah ibu Baiq Nuril Maknun oleh atasannya H Muslim melalui selular (Handphone) yang secara tidak sengaja isi rekaman tersebut yang memuat perkataan-perkataan tidak pantas dan kurang menyenangkan itu.

Akibat H Muslim sering mengeluarkan perkataan-perkataan yang bersifat melecehkan akhirnya korban merekam pembicaraan tersebut dan menyimpannya di handphone milik korban, tanpa sepengetahuan korban isi rekaman tersebut sampai terdengar ke H Muslim sebagai pelaku.

Kemudian pelaku memecat korban dari pekerjaannya dan pelaku hanya di mutasi dari jabatannya sebagai kepala sekolah SMAN 7 Mataram.

Karena dendam dimutasi itulah, H Muslim berupaya mengkriminalisasi Ibu Nuril dengan memakai pasal 27 ayat 1 di dalam UU ITE hingga akhirnya pengadilan Negri Mataram menetapkan Ibu Nuril yang selaku korban pelecehan seksual ditetapkan sebagai tersangka dan sampai saat ini korban menjadi tahan kota, sebelumnya pernah ditahan sejak 27 Maret 2017 - 30 Mei 2017.

“Membaca kronologis tersebut seharusnya Pengadilan Negri mataram lebih bijak lagi dalam mengambil keputusan sebab korban yang mengalami tindakan pelecehan seksual kenapa di tetapkan sebagai tersangka UU ITE, kasihan dirinya menjadi beban moral. Namun bukan tidak mungkin bisa saja korban mengadukan pelaku dengan perbuatan yang tidak menyenagkan dan saya mendukung sekali aksi yang dilakukan oleh kawan-kawan Damar Juniarto (SAFEnet/Southeast Asia Freedom of Expression Network)”. Pungkas Kusnadi pria kelahiran subang jawa barat.

    Tags:
    Redaksi

    Penulis: Redaksi

    KANTOR REDAKSI :
    Graha Perwira, Gd. Gajah Blok AQ
    Jl. Dr. Saharjo No. 111 Jakarta Selatan


    Iklan Tengah Detail Foto Berita 665x140px

    Berita Terkait

    Form Komentar



    Masukan 6 kode diatas :

    huruf tidak ke baca? klik disini refresh


    Komentar Via Facebook


    Profil LIRANEWS.COM

    Dewan Pengarah :  Mayjen TNI (Purn) Arief Siregar, SH, MH, M.Sc • Mayjen TNI (Purn) Zulfahmi Rizal, M.Sc • Dr. H. Syahrial Yusuf, SE, MM • Prof, Dr, Ir, Marsudi W. Kisworo, M.Sc • Prof, Dr, Ahmad Mubarok Dewan Redaksi :  Drs. HM. Jusuf Rizal, SE, M.Si • M Husnie • Mustaqin Ishak • Ahmad Hadariy, S.Ag Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi : Indra Lesmana Wakil Pemimpin Redaksi : M. [...]

    Facebook

    Twitter