GNPF MUI INILAH PEMENANG DI HARI KEMENANGAN

GNPF MUI INILAH PEMENANG DI HARI KEMENANGAN

Sidoarjo, LiraNews.com - Momentum pertemuan GNPF MUI dan Jokowi kemarin siang telah membawa 2 sudut pandang dari para pemirsa. Dua sudut pandangan yang membutuhkan jawa dingin dalam mencernanya fenomena ini.

Kegiatan yang bisa dilakukan dengan cara membuang rasa marah dari dalam diri dari orang yang selama ini merasa terdzalimi di negara ini.

Mengutip pendapat dari Chaplin (1998) dalam dictionary of psychology, bahwa marah adalah reaksi emosional akut yang timbul kareana sejumlah situasi yang merangsang, termasuk ancman, agresi lahiriyah, pengekangandiri, serangan lisan, kekecewaan, atau frustasi dan dicirikan kuat oleh reaksi pada sistem otomik, khususnya oleh reaksi darurat pada bagian simpatetik, dan secara emplisit disebabkan oleh reaksi seragam, baik baik yang bersifat somatis atau jasmaniyah maupun yang verbal atau lisan.

Melihat berita dari berbagai media seperti yang diungkapkan oleh Pratikno bahwa pertemuan ini atas inisiatif dari GNPF MUI untuk bertemu Jokowi. Bisa jadi apa yang dilakukan oleh GNPF MUI ini, seperti apa yang disampaiakan Chaplin di atas adalah bentuk real si dari fenomena yang terjadi dengan cara menyelesaikan dengan berkomunikasi dua arah sebaik-baiknya tanpa ada sekat.

Dari sudut permusuhan, dari kelompok pendukung Jokowi, maka permintaan pertemuan yang berasal dari GNPF MUI ini akan menjadi bulan-bulanan dan nyiyir seperti menjatuhakn martabat presiden saja karena mereka menganggap selama ini yang dilakukan GNPF MUI dan segala aksinya terbukti bisa menyatukan kekuatan Islam.

Dari sudut permusuhan kelompok yang selama ini mendukung GNPF MUI, momentum ini bisa menjadi pertanyaan besar bagi peserta aksi, bahwa pertemuan ini harusnya tidak dilakukan karena kriminalisasi dengan menangkap tokoh2 nasional dan ulama adalah bentuk kesewenang wenangan pemerintah kepada umat Islam. Banyak kegiatan umat Islam mulai gerakan 212 dan seterisnya yang berkaitan dengan gerakan ini yang dipersulit aparat di lapangan, sampai mau menyewa bis saja untuk ke Jakarta tidak bisa.

Melupakan kesewenangan dari aparat akan sulit dilupakan oleh peserta aksi 212 dst. Begitu sulitnya umat Islam dari berbagai daerah untuk dapat berkumpul dengan saudaranya sesama Muslim berkumpul dalam satu kesatuan di Jakarta. Dengan berbagai kesulitan dan penghadangan kendaraan di jalan-jalan menuju Jakarta oleh aparat kepolisian ini menjadikan pengalaman pahit bagi umat Islam untuk percaya dengan pemerintahan model ini.

Dari sudut persaudaraan sebagai bagian dari ghiroh Islam, hal ini menunjukkan apa yang dilakukan oleh GNPF MUI adalah sikap damai

Tags:
Redaksi

Penulis: Redaksi

KANTOR REDAKSI :
Graha Perwira, Gd. Gajah Blok AQ
Jl. Dr. Saharjo No. 111 Tebet
Jakarta Selatan 12810


Iklan Tengah Detail Foto Berita 665x140px

Berita Terkait


Komentar Via Facebook


Profil LIRANEWS.COM

LiraNews adalah media online Indonesia yang menyajikan berita terbaru di seluruh indonesia , kebanyakan media online di bangun dari perusahaan besar atau di bangun oleh orang-orang media , Tetapi kami adalah sekumpulan mahasiswa Perguruan tinggi di Jakarta yang senang dengan dunia internet . LiraNews bukanlah yang pertama bergerak di bidang media portal online , Tetapi kami yakin akan senantiasa memberikan yang terbaik untuk [...]

Facebook

Twitter