PERNYATAAN DIRUT PLN BIKIN GADUH DAN MENYAKITKAN RAKYAT

PERNYATAAN DIRUT PLN BIKIN GADUH DAN MENYAKITKAN RAKYAT

Jakarta, LiraNews.com - Direktur eksekutif Centre for Budget Analisys (CBA) Uchok Sky Khadafi mengatakan, bahwa sebagai pejabat PLN itu seharusnya melayani pelanggan, atau melayani rakyat.

"Kalau belum jelas tarif listrik itu naik, iya jelasin dong oleh dirut PLN kepada rakyat, bukan malahan bercanda-candaan kaya anak kecil aja," ujarnya kepada media, semalam.

Dia menyesalkan sikap Dirut PLN Sofyan Baasyir yang melontarkan perkataan yang tak semestinya saat menanggapi dicabutnya subsidi listrik 900 VA.

Menurutnya, walaupun hanya pernyataan kelakar mengenai cabut meterannya, kalau ingin tarif listrik turun, sebetulnya tidak pantas diucapkan Sofyan sebagai dirut PLN.

"Sudah terlalu sombong dengan pernyataan tersebut," cetusnya.

Sebagaimana dikabarkan, dirut PLN Sofyan Baasyir dalam acara buka bersama bareng awak media sempat berseloroh dengan mengatakan "Mau tarif listrik turun, cabut saja meterannya"

Pernyataan Sofyan tersebut menanggapi keluhan masyarakat terkait imbas dicabutnya subsidi listrik 900 VA.

"Pernyataan seperti ini, hanya bikin gaduh dan menyakitkan rakyat," ujar Uchok.

Ucok menegaskan, Presiden Jokowi sebaiknya mendepak Sofyan dari jabatan dirut. LN-JMP

    Tags:
    Redaksi

    Penulis: Redaksi

    KANTOR REDAKSI :
    Graha Perwira, Gd. Gajah Blok AQ
    Jl. Dr. Saharjo No. 111 Tebet
    Jakarta Selatan 12810


    Iklan Tengah Detail Foto Berita 665x140px

    Berita Terkait


    Komentar Via Facebook


    Profil LIRANEWS.COM

    LiraNews adalah media online Indonesia yang menyajikan berita terbaru di seluruh indonesia , kebanyakan media online di bangun dari perusahaan besar atau di bangun oleh orang-orang media , Tetapi kami adalah sekumpulan mahasiswa Perguruan tinggi di Jakarta yang senang dengan dunia internet . LiraNews bukanlah yang pertama bergerak di bidang media portal online , Tetapi kami yakin akan senantiasa memberikan yang terbaik untuk [...]

    Facebook

    Twitter