FAHIRA IDRIS: SEMOGA PEMBELAAN HAKIM, JADI PERTIMBANGAN SIDANG BUNI YANI

FAHIRA IDRIS: SEMOGA PEMBELAAN HAKIM, JADI PERTIMBANGAN SIDANG BUNI YANI

Jakarta, LiraNews.com - Pernyataan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara, yang secara tegas menolak pendapat Jaksa Penuntut Umum dan Terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) serta penasihat hukumnya yang menuduh Buni Yani sebagai biang keresahan dan kegaduhan di masyarakat akibat mengunggah pidato Ahok yang menyinggung Al-Quran di Kepuluan Seribu, diharapkan jadi pertimbangan utama hakim dalam mengadili perkara Buni Yani yang akan digelar tidak lama lagi.

Hal itu dikatakan anggota DPD RI, Fahira Fahmi Idris terkait pernyataan hakim dan vonis kemarin, membuat sangkaan kepada Buni Yani yaitu pencemaran nama baik dan penghasutan yang berbau SARA dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun, tidak relevan lagi.

“Namun, karena proses ini sudah berjalan, biarlah nanti hakim yang memutuskan. Dan saya yakin pembelaan majelis hakim kepada Buni Yani pada sidang kemarin, akan menjadi pertimbangan hakim yang akan mengadili Buni Yani nanti,” ujar Fahira dalam pernyataannya, Rabu (10/5/2017).

Ketum Bang Japar (Kebangkitan Jawara dan Pengacara) ini berharap, Buni Yani akan bertemu dengan keadilan dan BEBAS dari segala tuduhan.

Fakta lain dari persidangan yang dapat dijadikan pertimbangan kuat Majelis Hakim yang nanti akan mengadili Buni Yani adalah pernyataan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara yang menyatakan bahwa yang menimbulkan keresahan di masyarakat adalah pidato ahok yang diunggah Pemprov DKI Jakarta, bukan  yang diunggah oleh Buni Yani.

“Jadi tuduhan Buni Yani menghasut, patah dengan sendirinya. Tuduhan mencemarkan nama baik Ahok juga terbantah, karena yang bersangkutan sudah diputuskan pengadilan bersalah karena menodai agama,” katanya.

Sebagai informasi, saat ini Buni Yani sedang menunggu jadwal persidangan karena oleh Polisi dan Jaksa dianggap telah melanggar Pasal 28 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman pidana maksimal enam tahun penjara atau denda paling banyak Rp1 miliar, lantaran telah mengunggah video pidato Ahok yang menyinggung Al-Maidah 51 di akun facebook-nya. LN-AZA

    Tags:
    Redaksi

    Penulis: Redaksi

    KANTOR REDAKSI :
    Graha Perwira, Gd. Gajah Blok AQ
    Jl. Dr. Saharjo No. 111 Tebet
    Jakarta Selatan 12810


    Iklan Tengah Detail Foto Berita 665x140px

    Berita Terkait


    Komentar Via Facebook


    Profil LIRANEWS.COM

    LiraNews adalah media online Indonesia yang menyajikan berita terbaru di seluruh indonesia , kebanyakan media online di bangun dari perusahaan besar atau di bangun oleh orang-orang media , Tetapi kami adalah sekumpulan mahasiswa Perguruan tinggi di Jakarta yang senang dengan dunia internet . LiraNews bukanlah yang pertama bergerak di bidang media portal online , Tetapi kami yakin akan senantiasa memberikan yang terbaik untuk [...]

    Facebook

    Twitter