KATAR: KAMI YAKIN 99 PERSEN AHOK AKAN JADI NARAPIDANA

KATAR: KAMI YAKIN 99 PERSEN AHOK AKAN JADI NARAPIDANA

Jakarta, LiraNews.com – Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (KATAR), Sugiyanto mengatakan bahwa penundaan pembacaan tuntutan terhadap terdakwa penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak akan menyelamatkan cagub petahana itu dari kekalahan.

Keyakinannya didasari fakta bahwa setiap tersangka penista agama yang pernah ada dan disidangkan di Indonesia selalu berakhir di penjara.

“Kami yakin 99 persen Ahok akan menjadi terpidana. Dia akan dituntut atas kesalahan menistakan agama setidaknya selama lima tahun hukuman penjara,” ujar Sugiyanto kepada media.

Masyarakat, katanya, sudah tahu jika kasus penistaan agama akan berujung pada penjara. Hal ini juga berlaku untuk Ahok yang akan berstatus terpidana.

Sugiyanto menyebutkan sejumlah kasus penistaan agama yang pernah ada di Indonesia, dimana para pelakunya ditahan. Contohnya, kasus penistaan agama yang muncul sejak tahun 1918 hingga tahun 2016, para tersangkanya selalu ditahan.

“Sehingga, jika ada perlakuan beda terhadap Ahok jadi tanda tanya besar,” katanya.

Dia menegaskan, masyarakat umat muslim agar Ahok ditahan adalah untuk tujuan keadilan. Karena dalam suatu negara hukum semua orang harus diperlakukan sama di hadapan hukum (equality before the law)

“Artinya, bila orang lain ditahan karena kasus penistaan agama, maka perlakuan yang sama harus diterima Ahok,” cetusnya.

Menurutnya, hampir semua kasus penistaan agama pada persidangan divonis bersalah. Dalam proses hukumnya hampir semua pelakunya ditahan.

“Maka, untuk tujuan keadilan, dan berdasarkan preseden kasus yang sama maka hampir dapat dipastikan Hakim akan memutuskan Ahok  bersalah  dan juga ditahan,” imbuhnya.

Selanjutnya, Sugiyanto memaparkan, kasus penistaan agama muncul pertama kali tahun 1918. Surat Kabar Djawi Hiswara edisi 9 dan 11 Januari 1918 menerbitkan artikel yang memuat percakapan antara Marto dan Djojo.

Perkataan Djojo dianggap menghina Nabi Muhammad karena menyebut untuk membicarakan mengenai Tuhan harus dilengkapi dengan perlengkapan selamatan yaitu nasi uduk, miniuman ciu, dan tembakau sesuai dengan nasihat Gusti Kanjeng Nabi Rasul SAW. Sebab, dalam agama Islam, minuman berakohol dan candu haram hukumnya.

Kedua, kasus cerpen Ki Panji Kusmiran. Ki Panji Kusmiran menulis cerpen sastra berjudul ” Langit Mangkin Mendung” di Majalah Sastra yang dipimpin HB Jassin. Cerpen ini dianggap melakukan penghinaan terhadap ajaran Islam karena menceritakan per

Tags:
Redaksi

Penulis: Redaksi

KANTOR REDAKSI

 

 

 


Graha Perwira, Gd. Gajah Blok AQ
Jl. Dr. Saharjo No. 111 Jakarta Selatan


Iklan Tengah Detail Foto Berita 665x140px

Berita Terkait

Form Komentar



Masukan 6 kode diatas :

huruf tidak ke baca? klik disini refresh


Komentar Via Facebook


Profil LIRANEWS.COM

Dewan Pengarah :  Mayjen TNI (Purn) Arief Siregar, SH, MH, M.Sc • Mayjen TNI (Purn) Zulfahmi Rizal, M.Sc • Dr. H. Syahrial Yusuf, SE, MM • Prof, Dr, Ir, Marsudi W. Kisworo, M.Sc • Prof, Dr, Ahmad Mubarok Dewan Redaksi :  Drs. HM. Jusuf Rizal, SE, M.Si • M Husnie • Mustaqin Ishak • Ahmad Hadariy, S.Ag Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi : Indra Lesmana Wakil Pemimpin Redaksi : M. [...]

Facebook

Twitter