JPU TIDAK PROFESIONAL, PENUNDAAN SIDANG AHOK MERUGIKAN BANYAK PIHAK

JPU TIDAK PROFESIONAL, PENUNDAAN SIDANG AHOK MERUGIKAN BANYAK PIHAK

Jakarta, LiraNews.com – Permintaan Jaksa Penuntut Umum (JPI) untuk menundas sidang lanjutan kasus penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dinilai terkesan aneh.

“Ini jarang terjadi, JPU terindikasi diintervensi dari pihak-pihak di luar hukum,” ujar Ketua Komisi Hukum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ikhsan Abdullah, Selasa (11/4/2017).

Seharusnya, kata Ikhsan, pembacaan tuntutan adalah momen yang ditunggu-tunggu dan didamba-dambakan oleh JPU.

Menurutnya, penundaan sidang Ahok hari ini sangat merugikan banyak pihak, masyarakat dan bangsa.

“Ini bukti bahwa JPU tidak profesional. Keputusan Anda hari ini akan menimbulkan efek luas di masyarakat,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ali Mukartono mengatakan, bahwa penundaan sidang ke-18 kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak ada kaitannya dengan surat instruksi Kapolda Metro Jaya M Iriawan.

Menurutnya, penundaan sidang hari ini murni karena belum selesainya tuntutan yang disusun. Dan tidak ada intervensi apapun, termasuk politik.

"Karena tidak selesainya penyusunan surat dakwaan, tidak ada kaitannya dengan surat Polda," kata Ali di Gedung Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa.

Sebagaimana dikabarkan, Kapolda Metro Jaya M Iriawan melalui suratnya meminta sidang dengan agenda tuntutan yang harusnya digelar pada 11 April 2017 mendatang untuk ditunda hingga pelaksanaan putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017 pada 19 April 2017 mendatang guna menjaga keamanan. Selain itu surat tersebut juga meminta pemeriksaan terhadap Anies Baswedan dan Sandiaga Uno sebagai terlapor kasus di kepolisian ditunda pula.

Berikut petikan yang dimaksud dalam surat itu.

-Mengingat semakin rawannya situasi keamanan di DKI Jakarta, maka demi kepentingan keamanan dan ketertiban masyarakat, serta akan dilaksanakan pengamanan tahap pemungutan suara pemilukada DKI Jakarta putaran II, dimana perkuatan pasukan Polri dan TNI akan dikerahkan semua, maka disarankan kepada Ketua agar Sidang dengan Agenda Tuntutan Perkara Dugaan Penistaan Agama dengan Terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk ditunda setelah tahap pemungutan suara Pemilukada DKI Putaran II.

-Berkaitan dengan hal tersebut diinformasikan bahwa proses hukum terhadap terlapor Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, baik pemanggilan dan pemeriksaan oleh penyidik Polri, ditunda pelaksanaannya setelah tahap tahap pemungutan suara Pemilukada DKI Putaran II.

Untuk diketahui, sa

Tags:
Redaksi

Penulis: Redaksi

KANTOR REDAKSI

 

 

 


Graha Perwira, Gd. Gajah Blok AQ
Jl. Dr. Saharjo No. 111 Jakarta Selatan


Iklan Tengah Detail Foto Berita 665x140px

Berita Terkait

Form Komentar



Masukan 6 kode diatas :

huruf tidak ke baca? klik disini refresh


Komentar Via Facebook


Profil LIRANEWS.COM

Dewan Pengarah :  Mayjen TNI (Purn) Arief Siregar, SH, MH, M.Sc • Mayjen TNI (Purn) Zulfahmi Rizal, M.Sc • Dr. H. Syahrial Yusuf, SE, MM • Prof, Dr, Ir, Marsudi W. Kisworo, M.Sc • Prof, Dr, Ahmad Mubarok Dewan Redaksi :  Drs. HM. Jusuf Rizal, SE, M.Si • M Husnie • Mustaqin Ishak • Ahmad Hadariy, S.Ag Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi : Indra Lesmana Wakil Pemimpin Redaksi : M. [...]

Facebook

Twitter