LAGI, 10 PETANI KENDENG MELAKUKAN AKSI COR SEMEN KAKI DI DEPAN ISTANA MERDEKA

LAGI, 10 PETANI KENDENG MELAKUKAN AKSI COR SEMEN KAKI DI DEPAN ISTANA MERDEKA

Jakarta, LiraNews.com – Sepuluh petani Kendeng kembali melakukan aksi pasung kaki di Taman Aspirasi, depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (13/3/2017). Aksi dengan cera “mengecor” kaki mereka dengan Semen Gresik dan Semen Indonesia sebagai tanda protes matinya hukum dan menagih janji dan keberanian Presiden Joko Widodo.

Joko Prianto, dari Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng mengatakan, bahwa aksi ini sebagai wujud protes terhadap pemerintah. Pasalnya, hidup mereka dibelenggu pabrik semen dan tambang yang merusak Pegunungan Kendeng.

“Aksi pasung kaki ini tak akan selesai hingga Presiden mengambulkan tuntutan para petani. Kami ingin Presiden mencabut izin lingkungan pembangunan dan pertambangan pabrik PT Semen Indonesi di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah,” ujar Joko di depan Istana Merdeka.

Pabrik semen dan tambang itu, katanya, telah merusak kelestarian Pegunungan Kendeng. Tanggal 5 Oktober 2016 Mahkamah Agung mengeluarkan  Putusan Peninjauan Kembali Nomor 99 PK/TUN/2016 yang mengabulkan Gugatan Petani Kendeng dan mencabut Izin Lingkungan Pembangunan dan Pertambangan Pabrik PT. Semen Indonesia di Kabupaten Rembang. 

Sebelumnya pada 02 Agustus 2016 Presiden Jokowi juga menerima Para Petani Kendeng dan memerintahkan Kantor Staf Presiden bersama Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk membuat Kajian Lingkungan Hidup Strategis dan  menunda semua izin tambang di Pegunungan Kendeng.

Tim Kajian Lingkungan Hidup Strategis dalam kesimpulan awalnya menyebutkan bahwa Kawasan Cakungan Air Tanah Watu Putih di Kendeng merupakan kawasan Karst yang harus dilindungi secara Lingkungan Hidup dan tidak boleh ditambang.

Walaupun sudah ada Putusan Pengadilan yang berkekuatan Hukum Tetap dan Perintah Presiden untuk moratorium Izin, nyatanya pada 23 Februari 2017 Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kembali mengeluarkan Izin Lingkungan, Gubernur mengabaikan Perintah Pengadilan dan Perintah Presiden Jokowi tersebut.

“Kami memberikan waktu satu minggu kepada Presiden untuk merespons tuntutan para petani. Jika tidak, kami akan membawa massa lebih banyak  yang peduli terhadap kelestarian Pegunungan Kendeng untuk mengecor kaki di depan Istana Merdeka,” tandasnya. LN-JMP

    Tags:
    Redaksi

    Penulis: Redaksi

    KANTOR REDAKSI :
    Graha Perwira, Gd. Gajah Blok AQ
    Jl. Dr. Saharjo No. 111 Jakarta Selatan


    Iklan Tengah Detail Foto Berita 665x140px

    Berita Terkait

    Form Komentar



    Masukan 6 kode diatas :

    huruf tidak ke baca? klik disini refresh


    Komentar Via Facebook


    Profil LIRANEWS.COM

    Dewan Pengarah :  Mayjen TNI (Purn) Arief Siregar, SH, MH, M.Sc • Mayjen TNI (Purn) Zulfahmi Rizal, M.Sc • Dr. H. Syahrial Yusuf, SE, MM • Prof, Dr, Ir, Marsudi W. Kisworo, M.Sc • Prof, Dr, Ahmad Mubarok Dewan Redaksi :  Drs. HM. Jusuf Rizal, SE, M.Si • M Husnie • Mustaqin Ishak • Ahmad Hadariy, S.Ag Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi : Indra Lesmana Wakil Pemimpin Redaksi : M. [...]

    Facebook

    Twitter