POLITIK INDONESIA DAN PAPAN CATUR PENGUSAHA

POLITIK INDONESIA DAN PAPAN CATUR PENGUSAHA

Jakarta, LiraNews.com - Setiap kali mendengar kasus korupsi di Indonesia mata dan telinga kita selalu mendengar dan melihat para calon, tersangka dan terdakwa kasus Korupsi dengan rentetan proyek dibelakangnya sebagai prolog pengantar menuju gedung KPK, Meja Hijau, Suka Miskin dan sejumlah hotel prodeo lainnya (Koruptor Proyek).

Jumlah Koruptor penyikat Angggaran Negara terpaut jauh bila dibandingkan jumlah koruptor Proyek, meski sama-sama merugikan negara dalam skala besar dan kecil dan sama-sama membajak uang negara. Namun dari keduanya keterlibatan Pengusaha lebih dominan dalam kelompok Koruptor Proyek.

Seperti kasus BLBI era Presiden Megawati Soekarnoputri yang hari ini mangkrak dan kasus Nazarudin yang merupakan pengusaha sekaligus Poltisi Partai Drmokrat. Sederet pengusaha terlibat didalamnya dengan ditemani sejumlah politisi murni seperti Anas Urbaningrum, Andi Malarangeng, dll yang ikut menerima bancakan dari proyek yang di olahnya.

Kasus M. Luthfi Hassan bersama Fathanah yang terjebak dalam suap hangatnya daging impor, sejuknya uang haram Migas yang juga menjerat sejumlah pengusaha dan poltisi dan  kasus-kasus lainnya.

Yang menarik, setelah Issue kasus Papa minta saham hilang (?) Indonesia kembali dihebohkan dengan kasus Mega Korupsi Proyek e-KTP yang kembali melibatkan pengusaha dan politisi kawakan yang namanya disebut menerima fee dari proyek Pelastik berkode NIK (Nomor Induk Kependudukan) yang digarap oleh Kementerian Dalam Negeri era Presiden ke-6 Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Sedangkan ditingkat propinsi kasus senada yang nyata adalah terjeratnya Politisi asal partai Gerindra DKI Jakarta yang mendapatkan jatah pengamanan dan pemulusan proyek Reklamasi teluk Jakarta dari Podomoro Group serta kasus Gubernur Banten dan adiknya yang lagi-lagi bermain dalam proyek.

Dari banyak kasus diatas dan lainnya dapat dilihat bagaimana para pengusaha bermain dalam arena politik Indonesia baik ditingkat pusat, Propinsi dan Kabupaten/kota untuk meraup keuntungan dari proyek-proyek yang bertebaran dan ditebar melalui mekanisme tersistematis yang diseting sedemikian rupa.

Layaknya papan catur, politik Indonesia dimainkan dan diatur oleh orang-orang yang memiliki kepentingan baik pengusaha maupun penguasa dengan menggunakan bidak-bidak catur yang berada dikancah politik. Bukan hanya pengusaha ditingkat lokal namun juga kepentingan pengusaha Interlokal.

Bahkan, konon kabarnya mereka berani memodali seorang kandidat untuk maju dalam perpolitikan dengan dibekali sejumlah uang, pendidikan, fasilitas dan lainnya untuk kemudian dibarter deng

Tags:
Redaksi

Penulis: Redaksi

KANTOR REDAKSI :
Graha Perwira, Gd. Gajah Blok AQ
Jl. Dr. Saharjo No. 111 Jakarta Selatan


Iklan Tengah Detail Foto Berita 665x140px

Berita Terkait

Form Komentar



Masukan 6 kode diatas :

huruf tidak ke baca? klik disini refresh


Komentar Via Facebook


Profil LIRANEWS.COM

Dewan Pengarah : Mayjen TNI (Purn) Arief Siregar, SH, MH, M.Sc • Mayjen TNI (Purn) Zulfahmi Rizal, M.Sc • Dr. H. Syahrial Yusuf, SE, MM • Prof, Dr, Ir, Marsudi W. Kisworo, M.Sc • Prof, Dr, Ahmad Mubarok Dewan Redaksi : Drs. HM. Jusuf Rizal, SE, M.Si • M Husnie • Mustaqin Ishak Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi :Drs. HM. Jusuf Rizal, SE, M.Si Wakil Pemimpin Redaksi :M. [...]

Facebook

Twitter